Wawako Ariza Ajak Perkuat Sektor Pertanian Lokal Untuk Strategi Pengendalian Inflasi
Prokompim Tanjungpinang – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., memimpin Rapat Koordinasi Rutin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait Perkembangan Inflasi Kota Tanjungpinang Bulan Juni, di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota, Rabu (29/7).
Rapat dihadiri unsur TPID, instansi vertikal, Perangkat Daerah, serta pemangku kepentingan membahas perkembangan inflasi, kondisi ketersediaan bahan pokok, serta langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga di Kota Tanjungpinang.
Berdasarkan data yang disampaikan, Kota Tanjungpinang pada Juni 2026 mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,83, dengan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,49 persen, inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 2,02 persen, dan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 4,95 persen. Penyumbang inflasi terbesar berasal dari komoditas emas perhiasan. Kondisi stok beras dan minyak goreng di Kota Tanjungpinang dipastikan masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dalam arahannya, Wawako Ariza menekankan pentingnya memperkuat sektor pertanian lokal sebagai salah satu strategi jangka panjang dalam mengendalikan inflasi. "Kita perlu mendorong gerakan untuk memperbanyak aktivitas pertanian di Kota Tanjungpinang. Harapannya, Tanjungpinang tidak hanya menjadi daerah konsumen, tetapi juga mampu menjadi daerah penghasil berbagai komoditas pangan," ucapnya.
Ia menilai peningkatan produksi pangan lokal akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah yang selama ini menjadi salah satu faktor pemicu fluktuasi harga.
Dalam rapat juga dipaparkan kondisi inflasi Provinsi Kepulauan Riau yang pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,60 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,38 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Kepulauan Riau mencapai 4,67 persen (yoy), meningkat dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 3,92 persen (yoy) dan berada di atas inflasi nasional sebesar 3,34 persen (yoy).
Sementara itu, inflasi tahunan Kota Tanjungpinang sebesar 4,95 persen (yoy) menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Inflasi tersebut dipengaruhi oleh kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin, cabai merah, bawang merah, dan bayam. Adapun secara tahunan, inflasi didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, beras, tarif angkutan udara, tarif air minum PAM, serta cabai merah.
Rapat juga mencermati analisis curah hujan Dasarian II Juli 2026 yang tergolong rendah sehingga perlu diantisipasi terhadap potensi dampaknya terhadap produksi komoditas hortikultura. Berdasarkan data nasional, inflasi Kota Tanjungpinang menempati peringkat ke-12 dari 41 kabupaten/kota yang mengalami inflasi di Pulau Sumatera dan berada pada urutan ke-24 dari 151 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia.
Sementara itu, hasil evaluasi minggu I hingga minggu IV Juli 2026 yang disampaikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang menunjukkan mayoritas harga bahan pokok masih relatif stabil dan terkendali. Komoditas yang perlu mendapat perhatian adalah gula dan kedelai, sedangkan komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai hijau, dan bawang merah masih memiliki tingkat volatilitas harga yang tinggi. Adapun harga daging dan telur relatif stabil.
Sebagai langkah antisipasi, Wawako Ariza mengatakan melalui TPID Kota Tanjungpinang telah menyiapkan rencana aksi pada Agustus 2026. "Yaitu melalui pelaksanaan Operasi Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Tanjungpinang Sejahtera," pungkasnya.
Melalui sinergi seluruh anggota TPID dan pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen terus menjaga stabilitas inflasi, memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok, serta memperkuat ketahanan pangan daerah demi menjaga kesejahteraan masyarakat.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang