Loading...
Pilih Tema
Ketua PKK

Program MENYISIR, Ketua PKK Weni Perkuat Kepedulian Sosial

Prokompim Tanjungpinang – Pelaksanaan Program MENYISIR (Menyapa Pesisir), Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, S.H., sambangi masyarakat di kawasan pesisir guna memastikan berbagai persoalan sosial, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga dapat teridentifikasi serta ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. Kali ini, kunjungan dilaksanakan di kelurahan Senggarang, Rabu (29/7).

Ketua PKK Weni menyampaikan bahwa kegiatan MENYISIR telah dilaksanakan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah pesisir, seperti Kampung Bugis dan Pulau Penyengat. Dari hasil kunjungan tersebut, ditemukan berbagai persoalan yang memerlukan perhatian bersama, terutama terkait kehamilan berisiko, pernikahan usia dini, hingga upaya pencegahan stunting. "Kami menemukan berbagai kondisi di lapangan, mulai dari ibu hamil dengan usia yang sudah cukup tinggi hingga ibu yang masih sangat muda namun telah memasuki kehamilan kedua. Syukurnya, kondisi mereka dalam keadaan sehat. Ini menunjukkan kerja keras tenaga kesehatan, para bidan, serta seluruh jajaran kesehatan di wilayah pesisir yang patut diapresiasi," ucapnya.

Ia menegaskan, TP PKK harus hadir sebagai garda terdepan dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan di masyarakat. Menurutnya, peran PKK tidak hanya sebatas menjalankan program organisasi, tetapi juga aktif mengingatkan masyarakat mengenai kebersihan lingkungan, ketertiban sosial, serta membangun kepedulian terhadap kondisi sekitar.

Selain itu, transformasi Posyandu saat ini telah diperkuat melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dalam skema tersebut, kader Posyandu tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat, sementara berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dilaporkan kepada pembina TP Posyandu untuk diteruskan kepada pemerintah melalui kelurahan. "Kader Posyandu adalah mata dan telinga pemerintah di masyarakat. Jika menemukan rumah yang tidak layak huni, warga yang belum memiliki BPJS, anak putus sekolah, ibu hamil berisiko, maupun persoalan sosial lainnya, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan," jelasnya.

Ketua PKK Weni menyoroti pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Ia menilai stunting tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi kurangnya perhatian terhadap kesehatan ibu hamil, minimnya dukungan keluarga, serta rendahnya kesadaran untuk memanfaatkan layanan kesehatan. Selain itu, juga mencegah pernikahan usia dini yang berpotensi meningkatkan angka putus sekolah dan kemiskinan. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan penyelamatan masa depan anak melalui pendidikan. "Jangan sampai anak-anak kehilangan masa depannya karena menikah di usia yang belum siap. Pendidikan harus tetap menjadi prioritas agar mereka memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik," tegasnya.

Ketua PKK Weni meminta Camat, Lurah, RT/RW, tenaga kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah maupun tidak memperoleh akses pendidikan dasar dan menengah.

Terakhir, Ia menyampaikan turut apresiasi kepada seluruh kader PKK dan Posyandu yang selama ini bekerja secara sukarela melayani masyarakat. Dedikasi para kader merupakan kekuatan utama dalam mendukung pembangunan keluarga hingga ke tingkat kelurahan. "Terima kasih kepada seluruh kader PKK dan Posyandu yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk masyarakat. Dedikasi ibu-ibu merupakan modal besar dalam memperkuat pelayanan serta mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Kota Tanjungpinang," pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah rumah warga, di antaranya lansia penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan ibu hamil yang membutuhkan.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini