Peresmian SPPG 3T Serentak, Lis Dukung Penguatan Program MBG di Tanjungpinang
Prokompim Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., hadir pada peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T secara serentak di Wilayah Barat, yang diresmikan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., di Jalan Yos Sudarso, Gang Jahan 8, Rabu (14/10).
Kehadiran Pemerintah Kota Tanjungpinang merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.
Lis mengatakan, program MBG memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, menunjang tumbuh kembang, serta meningkatkan konsentrasi belajar. “Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak. Dengan asupan gizi yang baik, kita berharap tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal sehingga mereka bisa belajar dengan lebih baik,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan program MBG membutuhkan sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaannya berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. "Pelaksanaan program ini membutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak. Dengan sinergi yang baik, kita berharap program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemenuhan gizi melalui program tersebut harus diimbangi dengan perhatian terhadap kualitas bahan pangan, kebersihan pengolahan, keamanan makanan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat. “Tidak hanya makanan bergizi yang harus diperhatikan, tetapi juga kualitas bahan pangan, kebersihan dalam proses pengolahan, keamanan makanan, dan ketepatan sasaran penerima manfaat. Semua aspek ini penting untuk memastikan makanan yang disalurkan benar-benar layak dan aman dikonsumsi,” sebutnya.
Lis berharap pelaksanaan program MBG di Kota Tanjungpinang dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan standar gizi dan keamanan pangan. Pengawasan perlu dilakukan mulai dari proses penyediaan hingga pendistribusian makanan. “Semoga pelaksanaan MBG dapat berjalan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan standar gizi dan keamanan pangan. Pengawasan juga perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari penyediaan hingga pendistribusian, agar makanan yang diterima masyarakat memenuhi ketentuan yang berlaku,” harapnya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, Lis menilai program MBG juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan pangan lokal dan keterlibatan pelaku usaha setempat. “Program ini juga memiliki potensi untuk mendukung perekonomian daerah. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal dan melibatkan pelaku usaha setempat, manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mendorong pelaksanaan Program MBG melalui penguatan layanan SPPG. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, program tersebut telah menjangkau sekitar 594 ribu penerima manfaat di Kepri, yang terdiri atas peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Peresmian SPPG 3T secara serentak di Wilayah Barat oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., menjadi bagian dari pengembangan layanan pemenuhan gizi di daerah. Keberadaan SPPG diharapkan dapat mendukung kelancaran penyediaan dan pendistribusian makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
Melalui dukungan dan koordinasi berbagai pihak, pelaksanaan Program MBG diharapkan semakin optimal dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang