Paripurna Hari Jadi ke-25 Kota Otonom, Lis Sebut Momentum Perkuat Persatuan dan Semangat Pengabdian
Prokompim Tanjungpinang – Seperempat abad perjalanan otonomi daerah ini menjadi momentum untuk merefleksikan capaian pembangunan, mengenang jasa para pendahulu, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Tanjungpinang yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera. Hal ini disampaikan Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., dalam pidatonya pada Sidang Paripurna DPRD Kota Tanjungpinan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang, di ruang rapat Paripurna DPRD, Sabtu (17/10).
Lis menyampaikan bahwa 25 tahun otonomi merupakan perjalanan panjang yang diwarnai perjuangan, pengorbanan, harapan, dan amanah yang harus dilanjutkan oleh seluruh elemen masyarakat.
“Dua puluh lima tahun bukan sekadar hitungan usia. Di dalamnya ada perjuangan, pengorbanan, harapan, dan amanah yang harus kita lanjutkan. Mari kita jadikan momentum ini untuk mengenang jasa pendahulu, menilai perjalanan dengan jujur, serta meneguhkan langkah untuk masa depan Tanjungpinang,” ucapnya.
Lis menjelaskan, penetapan Tanjungpinang sebagai kota otonom pada 17 Oktober 2001 melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2001 merupakan tonggak penting dalam perjalanan pemerintahan daerah. Keberhasilan otonomi daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, banyaknya program, atau besarnya anggaran, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari kemudahan pelayanan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, terbukanya lapangan kerja, hingga pemerataan pembangunan.
“Otonomi bukan tujuan akhir, melainkan amanah untuk mewujudkan kesejahteraan. Ukuran keberhasilan kita adalah sejauh mana masyarakat merasakan pelayanan yang semakin baik, kesempatan yang semakin terbuka, dan pembangunan yang semakin adil,” tegasnya.
Lis juga mengingatkan pentingnya menjadikan sejarah dan kebudayaan Melayu sebagai sumber nilai dalam membangun karakter masyarakat Tanjungpinang. Ia menyebut sejumlah tokoh sejarah, di antaranya Raja Haji Fisabilillah, Sultan Mahmud Riayat Syah, Raja Ali Haji, dan Engku Puteri Raja Hamidah, yang telah mewariskan keteladanan tentang keberanian, keteguhan menjaga negeri, keluasan ilmu, keluhuran budi, serta peran penting perempuan dalam sejarah Kesultanan Riau-Lingga.
"Dari Raja Haji Fisabilillah, kita belajar keberanian menjaga marwah, dari Sultan Mahmud Riayat Syah, keteguhan mempertahankan kedaulatan negeri, dari Raja Ali Haji, keluasan ilmu, bahasa, dan keluhuran adab; serta dari Engku Puteri Raja Hamidah, keteguhan dan peran penting perempuan dalam sejarah. Sementara dari keteladanan Islam, kita belajar keadilan, akhlak, disiplin, dan amanah. Nilai-nilai inilah yang harus kita hidupkan dalam membangun Tanjungpinang demi kebaikan dan kesejahteraan bersama," tuturnya.
Lebih lanjut, Lis menekankan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi seluruh elemen melalui penguatan kemitraan antara Pemerintah Kota dan DPRD, dukungan dunia usaha untuk mendorong investasi serta membuka lapangan kerja, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, mengembangkan usaha, serta menyampaikan kritik yang membangun.
Ia juga mengingatkan perangkat daerah agar program pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian administrasi, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan transformasi digital harus dilakukan melalui kerja berbasis data, perencanaan yang jelas, serta evaluasi terukur.
“Setiap perangkat daerah harus bekerja berbasis data, memiliki perencanaan yang jelas, dan melakukan evaluasi secara terukur. Kekurangan tidak dijawab dengan kata-kata indah, melainkan dengan kerja nyata,” sebutnya.
Lis turut menyoroti pentingnya menyiapkan generasi muda sebagai bagian dari keberlanjutan pembangunan Kota Tanjungpinang, generasi muda berhak memperoleh pendidikan bermutu, lingkungan yang sehat, kesempatan kerja yang layak, serta pelayanan publik yang mudah. Pada saat yang sama, mereka perlu dibekali karakter, keterampilan, literasi digital, jiwa kewirausahaan, dan pemahaman terhadap sejarah serta budaya Melayu.
"Generasi muda adalah penerus pembangunan Tanjungpinang yang harus kita persiapkan melalui pendidikan berkualitas, peningkatan keterampilan, literasi digital, dan kewirausahaan, tanpa melupakan jati diri budaya Melayu. Kita ingin generasi muda mampu bersaing, menguasai teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Terakhir, Lis menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan, kepercayaan, kritik, doa, dan partisipasi dalam pembangunan. Ia mengajak seluruh elemen menjadikan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang sebagai momentum memperkuat persatuan, memperbarui semangat pengabdian, dan meningkatkan kerja sama.
momentum memperkuat persatuan, memperbarui semangat pengabdian, dan meningkatkan kerja sama.
“Mari kita berbenah bersama, berkarya nyata, dan melangkah menuju kesejahteraan yang lebih merata. Kita rawat marwah Melayu, teguhkan nilai-nilai Islam, hormati seluruh agama dan budaya, serta pelihara persaudaraan sebagai sesama warga bangsa,” tutupnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang