Loading...
Pilih Tema
Wakil Walikota

Wawako Ariza Ikuti High Level Meeting TPID Kepri, Sinergi Perkuat Pengendalian Inflasi

Prokompim Tanjungpinang — Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., hadir pada rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Senin (3/8).

Rapat tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di wilayah Kepulauan Riau.

Kegiatan dipimpin Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., dan dihadiri langsung oleh, Sekretaris Daerah Kepri Misni, S.K.M., M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Rony Widijarto P., jajaran kepala daerah se-Provinsi Kepulauan Riau, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta instansi terkait.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi.

"Harus kita akui bahwa Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau merupakan salah satu mitra kerja penting pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sinergi yang telah terjalin selama ini harus terus kita perkuat," ungkapnya.

Dikatakannya, pengendalian inflasi memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya, inflasi yang tidak terkendali akan berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Inflasi sangat berkaitan dengan daya beli masyarakat. Apabila tidak mampu kita tekan, maka inflasi akan menggerus kemampuan masyarakat sehingga berdampak terhadap kesejahteraan. Karena itu, pengendalian inflasi bukan pekerjaan yang mudah," katanya.

Gubernur Ansar mengajak seluruh pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi melalui berbagai langkah intervensi, seperti pelaksanaan pasar murah dan penguatan strategi 4K TPID, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

"Kita membutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak. Program pasar murah merupakan salah satu bentuk intervensi yang harus terus dilakukan agar manfaat pengendalian inflasi benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Wawako Ariza menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen mendukung berbagai kebijakan TPID dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

"Pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah Kota Tanjungpinang siap mendukung setiap kebijakan TPID melalui sinergi dan koordinasi yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, berbagai upaya pengendalian inflasi telah dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui pemantauan harga bahan pokok, pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Kami terus berupaya menjaga keterjangkauan harga dan memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat melalui berbagai langkah yang terukur dan berkesinambungan," jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat sehingga stabilitas harga dapat terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi.

"Semakin kuat sinergi yang dibangun, semakin optimal pula upaya pengendalian inflasi yang dapat kita lakukan demi menjaga kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, rangkaian kegiatan ini disejalankan dengan penyerahan Hibah Mobil dan Dukungan Sarana Budidaya Pertanian serta Perikanan oleh Bank Indonesia (Bank Sentral Republik Indonesia) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan dalam rangka Program Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera ini menyalurkan bantuan berupa armada pasar murah keliling "Tanjak Indah" (Tanggap Jaga Kestabilan Inflasi Daerah), demplot cabai merah Program GEMARI 2026 bagi Kelompok Wanita Tani, serta paket sarana budidaya kepada sejumlah kelompok tani penerima manfaat. Sinergi hulu-hilir yang membawa semangat kebersamaan ini berkomitmen penuh untuk memperkuat ketahanan pangan, menekan laju inflasi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini