Loading...
Pilih Tema
Walikota

Lis Usulkan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Tujuh Titik Pesisir

Prokompim Tanjungpinang - Bersama Gubernur Kepri dan Kepala Daerah se-Provinsi Kepuluan Riau, Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH sampaikan usulan Kampung Nelayan Merah Putih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Audiensi diterima langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Komjen Pol (Purn) Drs. H. Lotharia Latif, S.H., M.Hum., Kantor KKP, Jakarta, Rabu (8/10).

Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan program Pemerintah yang bertujuan mentransformasi daerah pesisir dan kampung nelayan menjadi lebih modern, produktif dan terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan dan daya saing nelayan serta pembudidaya ikan. Pengembangan kawasan pesisir melalui kampung nelayan modern, memadukan perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut, dan wisata bahari, dengan pendekatan berbasis konservasi sesuai kebijakan blue economy KKP.

Dalam paparannya, Lis mengusulkan pembangunan KNMP di tujuh titik pesisir di wilayah Kota Tanjungpinang. "Tujuh lokasi yang diusulkan untuk pengembangan yaitu Sei Nyirih, Kampung Madong, Tanjung Sebaok, Tanjung Unggat, Kampung Bugis, Sei Jang, dan Kampung Kelam Pagi. Setiap kawasan memiliki karakter berbeda, mulai dari potensi perikanan tangkap, budidaya air laut dan air tawar, hingga daya tarik wisata bahari dan kuliner pesisir seperti gonggong dan ketam," paparnya.

Lis turut menjelaskan potensi sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata di Tanjungpinang sangat besar dan perlu dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. “Tanjungpinang memiliki kekayaan laut dan potensi wisata bahari yang luar biasa. Semoga ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan,” sebutnya.

Lis berharap Kampung Nelayan Merah Putih menjadi wujud kolaborasi Pemerintah dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi nelayan. “Semoga langkah ini menjadi awal bagi terwujudnya kampung nelayan yang modern, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Tanjungpinang,” pungkasnya.

Data Dinas Perikanan, Pangan, dan Pertanian Tanjungpinang mencatat jumlah nelayan tangkap mencapai 1.624 rumah tangga perikanan dengan total produksi 3.610 ton per tahun. Mayoritas armada tangkap berukuran di bawah 5 GT, sementara produksi sektor budidaya air laut dan air tawar mencapai 186 ton per tahun. Sektor pengolahan hasil perikanan melibatkan 245 pelaku usaha dengan total produksi 306 ton per tahun. Produk yang dihasilkan antara lain ikan segar, olahan beku, pindang, kerupuk, dan kuliner khas pesisir lainnya.

Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga mendukung program Presiden Prabowo Subianto, Koperasi Merah Putih, sebagai wadah penguatan ekonomi nelayan agar mereka dapat mengelola produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil laut secara mandiri dan berkelanjutan.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini