Loading...
Pilih Tema
Walikota

Lis Dukung Pemanfaatan Artificial Intelligence/AI Untuk Pengembangan UMKM

Prokompim Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H buka kegiatan Sosialisasi Artificial Intelligence (AI) bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Lokakarya Tatap Muka AIM ASEAN Roadshow yang diprakarsai oleh Senator DPD RI Komite IV Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Riau Dwi Ajeng Sekar Respaty, S.H., M.Kn., di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, Rabu (5/8).

AIM ASEAN atau AI for MSME Advancement in ASEAN merupakan program kolaboratif yang dipimpin ASEAN Foundation bersama AVPN dengan dukungan Google.org dan Asian Development Bank (ADB). Di Indonesia, pelaksanaan program didukung oleh KUMPUL (PT Ruang Kreasi Berdaya), sebuah penggerak ekosistem kewirausahaan dan inovasi yang sejak 2015 aktif menghubungkan pelaku usaha, startup, dan UMKM dengan jaringan strategis serta berbagai peluang pengembangan bisnis.

Dalam sambutannya, Lis menegaskan bahwa kehadiran program AIM ASEAN bukan sekadar pelatihan teknologi, tetapi menjadi momentum penting untuk membangun cara berpikir baru bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. "AI bukan lagi milik perusahaan besar ataupun negara maju semata. Teknologi ini telah menjadi alat yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, pedagang, nelayan, industri kreatif hingga generasi muda untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tantangan ekonomi saat ini semakin kompleks. Persaingan usaha semakin terbuka, perubahan perilaku konsumen berlangsung sangat cepat, sementara transformasi digital berkembang jauh lebih pesat dibandingkan beberapa tahun lalu. Di sisi lain, kondisi fiskal daerah juga menuntut pemerintah untuk lebih cermat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa bergantung sepenuhnya pada belanja pemerintah.

Karena itu, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan perekonomian daerah. "Ketika UMKM tumbuh, lapangan pekerjaan akan bertambah. Ketika pelaku usaha naik kelas, daya beli masyarakat meningkat, dan pada akhirnya pendapatan daerah juga akan ikut menguat," katanya.

Pemerintah Kota Tanjungpinang, menempatkan penguatan ekonomi kreatif dan transformasi digital sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Hal tersebut sejalan dengan visi Tanjungpinang BIMASAKTI. Visi tersebut sangat relevan dengan perkembangan saat ini, yakni kreatif dan berteknologi. Kreatif berarti masyarakat mampu melahirkan inovasi dan menghasilkan produk bernilai tambah dari potensi lokal, sedangkan berteknologi berarti memanfaatkan teknologi sebagai solusi untuk meningkatkan pelayanan, memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, dan membuka peluang ekonomi baru.

Ia menegaskan bahwa teknologi bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan harus menjadi sahabat masyarakat. "AI dapat membantu pelaku UMKM membuat desain produk, menyusun strategi pemasaran digital, menghasilkan konten promosi, menganalisis kebutuhan pasar, mengelola keuangan usaha, hingga memberikan layanan pelanggan secara lebih cepat dan profesional. Dengan biaya yang relatif terjangkau, pelaku usaha kini memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional," jelasnya.

Lis juga menyampaikan bahwa Tanjungpinang memiliki modal besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis teknologi. Selain dikenal sebagai pusat kebudayaan Melayu, Tanjungpinang memiliki posisi strategis di kawasan perbatasan ASEAN, dekat dengan Singapura dan Malaysia, serta didukung masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Potensi tersebut harus dipadukan dengan pemanfaatan teknologi agar mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar. Produk kuliner, kerajinan, fesyen, pariwisata, ekonomi kreatif hingga jasa digital perlu memanfaatkan AI sebagai akselerator pertumbuhan usaha.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tanjungpinang terus melakukan transformasi pelayanan publik melalui digitalisasi layanan, penyederhanaan birokrasi, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan responsif. Namun keberhasilan transformasi digital, katanya, tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

"Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan masyarakat. Semangat kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kegiatan hari ini. Manfaatkan AI untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan menciptakan inovasi yang mampu membawa UMKM Tanjungpinang naik kelas," pungkasnya.

Melalui pelaksanaan AIM ASEAN Roadshow ini, Disnaker Kota Tanjungpinang berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengadopsi teknologi kecerdasan buatan sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Dengan meningkatnya literasi digital dan pemanfaatan AI secara tepat, UMKM diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat perekonomian Kota Tanjungpinang di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin kompetitif.

Turut hadir, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., Project Manager AIM ASEAN dari ASEAN Foundation Eci Ernawati, Program Lead AIM ASEAN dari KUMPUL Impact Maria Silagen, serta Trainer AIM ASEAN dan Pendamping UMKM Provinsi Kepulauan Riau Fitri Astutie Rusbandiri, serta pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha mengikuti kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini