Lis Dorong Kuliner Khas Melayu Jadi Identitas Wisata dan Penggerak Ekonomi Daerah
Prokompim Tanjungpinang — Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., buka Lomba Kuliner Kudapan Khas Melayu, yang diselenggarakan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang, di halaman Kantor halaman DPMPTSP, Selasa (4/8).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam melestarikan warisan kuliner tradisional Melayu sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Turut hadir Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, S.H., jajaran perangkat daerah, dewan juri, serta para peserta lomba dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Lis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, lomba kuliner bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner daerah sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi sarana melestarikan warisan budaya, memperkenalkan kekayaan kuliner daerah, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap pangan lokal yang menjadi identitas Kota Tanjungpinang," ujarnya.
Lis menilai Kota Tanjungpinang memiliki beragam kudapan tradisional yang tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan budaya yang harus terus dijaga. Karena itu, pelestarian kuliner Melayu harus menjadi tanggung jawab bersama agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.
"Kuliner tradisional adalah bagian dari jati diri daerah. Tugas kita bersama bukan hanya menjaga keberadaannya, tetapi juga memastikan warisan budaya ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya," tegasnya.
Lebih lanjut, Lis mengajak pelaku usaha, khususnya sektor perhotelan, restoran, dan pariwisata, untuk turut mempromosikan kuliner khas Melayu dengan menghadirkan menu berbasis pangan lokal kepada para tamu dan wisatawan. Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Kita memiliki kekayaan kuliner seperti bingke ubi, jongkong, pendaram, pulut sambal, dan berbagai makanan khas lainnya. Apabila menjadi menu unggulan di hotel maupun restoran, selain melestarikan budaya, langkah ini juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM, petani, dan pengolah pangan lokal. Saya mengimbau seluruh hotel dan restoran di Kota Tanjungpinang menjadikan pangan lokal dan kuliner Melayu sebagai salah satu menu unggulan agar para wisatawan dapat menikmati kekayaan cita rasa daerah yang kita banggakan," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Lis juga mendorong masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar. Menurutnya, kreativitas dalam mengembangkan pangan lokal akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
"Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan produk-produk unggulan berbasis pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan lebih luas. Kepada seluruh peserta, tampilkan kreativitas dan kemampuan terbaik tanpa meninggalkan cita rasa serta nilai budaya yang menjadi ciri khas kuliner Melayu," pungkasnya.
Usai membuka kegiatan, Lis bersama Ketua PKK Weni dan jajaran perangkat daerah meninjau stan peserta dan menyaksikan proses penyajian berbagai kudapan khas Melayu yang dilombakan. Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian kuliner tradisional sebagai identitas budaya daerah, sekaligus mendorong pangan lokal semakin berkembang sebagai produk unggulan yang mampu mendukung sektor pariwisata, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang