Lis Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah KLB Malaria
Prokompim Tanjungpinang — Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., terima kunjungan Tim Kerja Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama perwakilan Global Fund terkait Akselerasi Penguatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria pada kabupaten/kota yang telah mencapai eliminasi malaria periode April–Juni 2026. Kunjungan diterima di Kantor Wali Kota, Kamis (18/6).
Dalam pertemuan tersebut, Tim Kerja Kemenkes dan Global Fund memaparkan rencana aksi penguatan kesiapsiagaan daerah guna mempertahankan status eliminasi malaria sekaligus mencegah munculnya kembali kasus malaria di wilayah yang telah dinyatakan bebas penularan lokal.
Ketua Komisi Penilaian Eliminasi Malaria Nasional, dr. Ferdinan J. Laihad, D.M.M., M.P.H.M., menyampaikan bahwa berbagai upaya percepatan penanganan malaria ditargetkan dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan. "Kami optimistis berbagai langkah yang telah disusun dapat berjalan dengan baik sehingga target penanganan malaria di wilayah terdampak dapat diselesaikan dalam dua sampai tiga bulan mendatang," ujarnya.
Dikatakannya, penguatan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. "Rapat koordinasi bersama camat dan lurah terkait dijadwalkan dapat diselesaikan pada bulan ini sebagai bagian dari percepatan implementasi program di lapangan," jelasnya.
Keberhasilan pengendalian malaria memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. "Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga daerah tetap bebas dari malaria," tambahnya.
Menyambut hal tersebut, Lis menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mendukung penuh berbagai langkah percepatan yang telah dirancang bersama Kementerian Kesehatan dan Global Fund. "Kami siap menggerakkan seluruh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar program penanggulangan malaria dapat berjalan optimal dan tepat sasaran," sambutnya.
Lis menuturkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang dalam menjalankan upaya pencegahan dan pengendalian malaria. "Melalui kolaborasi dan pemanfaatan sumber daya yang ada, kegiatan pencegahan dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," tuturnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keberhasilan status eliminasi malaria yang telah dicapai Kota Tanjungpinang. "Keberhasilan mempertahankan eliminasi malaria merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan," pungkasnya.
Dalam rencana aksi yang dipaparkan, terdapat empat langkah utama yang akan menjadi fokus pelaksanaan, yakni penemuan penderita melalui skrining dan pencarian aktif kasus oleh kader kesehatan, penyemprotan rumah di wilayah berisiko, pelaksanaan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor melalui berbagai upaya preventif untuk menekan perkembangan vektor malaria.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang