Kukuhkan Bunda Literasi, Lis Harap Jadi Penggerak Tumbuhkan Budaya Membaca
Prokompim Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., mengukuhkan Bunda Literasi/Bunda Baca Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, S.H, masa bakti 2025–2030 di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, Selasa (3/11).
Dalam sambutannya, Lis menyampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi merupakan bentuk kepercayaan dan amanah untuk menjadi penggerak dalam menumbuhkan budaya membaca, menulis dan berkarya di tengah masyarakat. “Peran Bunda Literasi adalah peran yang mulia. Bunda Literasi bukan hanya simbol, tetapi motor penggerak yang mampu menginspirasi keluarga, sekolah, komunitas, hingga masyarakat luas untuk menghadirkan budaya membaca, menulis, dan berkarya,” ungkapnya.
Ditambahkannya, Bunda Literasi diharapkan menjadi teladan sekaligus inspirasi dalam membangun sumber daya manusia Kota Tanjungpinang, sejalan dengan visi Tanjungpinang Berbenah. "Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus digitalisasi, penguatan literasi menjadi semakin penting. Tidak hanya literasi dasar, tetapi juga literasi digital dan literasi budaya agar dapat tumbuh secara seimbang dan berkelanjutan," sebutnya.
Kota Tanjungpinang memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem literasi. Keberagaman budaya, sejarah maritim yang kuat, komunitas yang aktif, serta generasi muda yang kreatif merupakan modal berharga untuk mengembangkan gerakan literasi yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Untuk itu, Bunda Literasi diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, perpustakaan, sekolah, dan masyarakat dalam menghadirkan berbagai program inovatif," harapnya.
Lis juga menekankan pentingnya peran perpustakaan sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga pusat pembelajaran, informasi, pengembangan kreativitas, serta sarana membangun budaya literasi masyarakat.
Lis juga menyoroti pentingnya akreditasi perpustakaan sebagai instrumen untuk memastikan kualitas penyelenggaraan perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan. "Akreditasi bukan sekadar pemenuhan persyaratan administrasi atau memperoleh sertifikat, tetapi menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari koleksi, sarana prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, hingga tata kelola," ujarnya.
Terakhir, Lis meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang agar menindaklanjuti kegiatan sosialisasi dan advokasi akreditasi perpustakaan melalui pendampingan, pembinaan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan. "Perpustakaan yang belum terakreditasi diminta untuk dipetakan, diidentifikasi kendalanya, serta disusun tahapan pembenahan dan target yang terukur agar semakin banyak perpustakaan di Kota Tanjungpinang memenuhi standar nasional," pungkasnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Weni menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Ia menyebut pengukuhan tersebut bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab untuk turut berperan dalam menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda. “Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Literasi merupakan bagian penting dalam membangun manusia yang berpengetahuan, berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi, serta memiliki karakter yang baik,” ungkapnya.
Ia berharap dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menghadirkan kegiatan literasi yang menyenangkan, mudah diakses, inklusif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memulai gerakan literasi dari lingkungan terdekat, dengan membiasakan anak-anak membaca, menciptakan keluarga yang gemar berdiskusi dan berbagi pengetahuan, menghadirkan ruang baca yang nyaman, serta menjadi teladan dalam budaya membaca dan belajar sepanjang hayat.
Menurutnya, membangun budaya literasi membutuhkan kerja sama antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. “Untuk itu diharapkan dukungan, masukan, dan kolaborasi dari semua pihak. Mari kita jadikan literasi sebagai gerakan bersama, karena dari membaca kita mengenal dunia dan melalui literasi kita dapat mengubah dunia,” tuturnya.
Melalui pengukuhan Bunda Literasi ini, diharapkan gerakan literasi semakin berkembang dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga mampu melahirkan generasi yang berpengetahuan, berkarakter, kreatif, serta memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang