Ketua PKK Weni Dorong Guru Olahraga Jadi Penggerak Hidup Sehat di Sekolah
Prokompim Tanjungpinang – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, S.H., mendorong guru olahraga menjadi penggerak utama dalam membudayakan hidup sehat di lingkungan sekolah. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan kolaborasi TP PKK dan Guru Olahraga Kota Tanjungpinang, di Gedung Wanita Tun Fatimah, Senggarang, Rabu (23/9).
Mengusung tema “Gerak Bersama, Tulang Kuat, Tanjungpinang Sehat”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kebiasaan berolahraga secara rutin, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Ketua PKK Weni mengatakan, guru olahraga memiliki peran penting dalam membangun semangat dan kebiasaan hidup sehat para siswa. Menurutnya, anak-anak merupakan penerus generasi emas Indonesia sehingga kesehatan mereka perlu menjadi perhatian sejak usia sekolah.
“Anak-anak adalah penerus generasi emas Indonesia. Karena itu, saya ingin mengembalikan peran guru olahraga sebagai garda terdepan dalam membangun semangat berolahraga di setiap sekolah, baik SD maupun SMP, dan ke depannya juga SMA,” ujarnya.
Ketua PKK Weni juga menyampaikan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Ia menjelaskan, gerakan olahraga yang dilakukan dalam kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk kebugaran, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk jantung. Karena itu, kebiasaan berolahraga secara rutin perlu diterapkan di lingkungan sekolah.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang setiap bulan juga melaksanakan senam bersama. Ke depan, saya ingin kegiatan seperti ini dapat kita dorong lebih luas di sekolah-sekolah melalui guru olahraga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ketua PKK Weni berharap guru olahraga dapat turut memperhatikan kondisi kesehatan siswa saat mengikuti aktivitas olahraga. Jika terdapat siswa yang berulang kali tidak mengikuti pelajaran olahraga karena alasan kesehatan, kondisi tersebut menurutnya perlu menjadi perhatian dan disampaikan kepada orang tua agar dapat diperiksa lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
“Kalau ada anak yang sampai beberapa kali tidak ikut olahraga, jangan langsung dianggap malas. Guru olahraga perlu memperhatikan dan berkomunikasi dengan orang tua, sehingga apabila ada kondisi kesehatan tertentu bisa segera diperiksa,” lanjutnya.
Diharapkannya, melalui keterlibatan aktif guru olahraga, kegiatan olahraga di sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan untuk membentuk anak-anak yang sehat, aktif, dan memiliki kebiasaan hidup sehat sejak dini.
“Ini yang kita harapkan menjadi pendidikan olahraga yang sebenarnya, bagaimana kita bersama-sama memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan terbiasa bergerak,” pungkasnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang