Loading...
Pilih Tema
Tanjungpinang

Endang Pimpin Rapat Tahapan Percepatan Penurunan Stunting

Prokompim Tanjungpinang - Stunting merupakan kondisi saat balita atau anak mengalami gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi atau asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Untuk mengetahui dan mengevaluasi terjadinya stunting di Daerah, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah, S.Kp, M.Si melaksanakan rapat koordinasi tahapan percepatan penurunan Stunting, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Raja Haji Fisabilillah, Kantor Wali Kota, Rabu (27/04).

Endang dalam arahannya menyampaikan, dengan adanya komitmen yang kuat dari pemerintah di daerah, menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas sehingga semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi untuk penurunan stunting.

“Kita semua harus berkomitmen, bertekad dan bekerja keras agar target ini dapat dicapai. Komitmen dan persiapan harus segera kita laksanakan, agar Kota Tanjungpinang bisa mencapai Nol kasus stanting, atau setidaknya kasus stanting berkurang dari tahun tahun sebelumnya.” pungkas Endang.

Endang juga menyampaikan bahwa stunting merupakan persoalan masalah kesehatan di seluruh daerah yang harus menjadi perhatian serius. “Stunting bukan sekedar masalah kesehatan tapi masalah survive-nya bangsa Indonesia karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa,” Tutup Endang.

Kadis Kesehatan PP & KB Kota Tanjungpinang, Dr.Elfian Sandri, MPH menambahkan bahwa dalam penanganan stunting ini juga melibatkan perangkat daerah. "Maka target percepatan penurunan stunting harus kita pantau langsung dengan turun kelapangan. Baik itu untuk Ibu hamil, balita, usia anak, hingga usia nikah yang diperbolehkan untuk hamil, serta kebersihan lingkungan dan makan minum yang dikonsumsi," Jelas Sandri.

Lanjut disampaikannya, penyebab tingginya angka stunting diantaranya kurangnya asupan gizi kronis, rendahnya cakupan akses air dan sinitasi penduduk yang memiliki akses air minum berkualitas. "Selain itu juga akibat rendahnya pengetahuan orang tua, pola asuh yang salah, serta kurangnya tenaga kesehatan terutama ahli gizi dalam pemantauan perkembangan balita”, Ujar Sandri.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang 

Bagikan postingan ini