Loading...
Pilih Tema
Wakil Walikota

Bimtek Literasi Informasi, Wawako Ariza Tekankan Pentingnya Cermat Saring Informasi

Prokompim Tanjungpinang – Di tengah derasnya arus digitalisasi, kemudahan akses informasi perlu diimbangi dengan kemampuan memahami, memeriksa, dan memastikan kebenarannya sebelum diterima maupun disebarluaskan. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., saat membuka Bimbingan Teknis Literasi Informasi, yang di selenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang, di Aula Kantor Kecamatan Tanjungpinang Timur, Rabu (30/9).

Dalam sambutannya, Wawako Ariza
mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan. Berbagai platform digital, seperti TikTok, YouTube, Instagram, WhatsApp, dan Facebook, memungkinkan informasi diterima dengan cepat. “Kita setiap hari menerima begitu banyak informasi. Ada informasi yang positif, tetapi ada juga yang perlu disikapi dengan hati-hati. Karena itu, jangan cepat mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi yang diterima. Kita harus mampu membaca, memahami, memeriksa, dan menilainya,” ucapnya.

Menurutnya, literasi di era digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami berbagai bentuk informasi, termasuk gambar, simbol, dan konten digital yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi juga menjadi tantangan dalam mendampingi generasi muda. Anak-anak saat ini tumbuh dengan teknologi dan memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi. “Anak-anak kita sangat dekat dengan teknologi. Dengan jari mereka, berbagai informasi dapat diperoleh dengan cepat. Tantangannya adalah bagaimana kita membimbing mereka agar mampu memilih informasi yang baik, memahami informasi yang tidak baik, serta menyadari dampaknya,” katanya.

Wawako Ariza menilai peran orang tua, guru, pustakawan, dan pegiat literasi semakin penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Mereka tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga membantu generasi muda membangun pola pikir kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Di tengah derasnya digitalisasi, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara literasi dasar, literasi digital, dan literasi budaya. Kemajuan teknologi, kata dia, tidak boleh membuat masyarakat meninggalkan budaya membaca, pengetahuan, maupun kearsipan sebagai bagian dari rekam jejak sejarah. “Kita harus mengikuti perkembangan digitalisasi, tetapi tidak boleh meninggalkan hal-hal mendasar. Kearsipan tetap harus dipelihara karena menjadi bukti sejarah dan sumber pengetahuan bagi generasi mendatang,” pesannya.

Terakhir, Wawako Ariza berharap penguatan literasi dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau perpustakaan. Menurutnya, ekosistem literasi membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat. “Literasi bukan hanya tugas perpustakaan atau sekolah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan bijak dalam menerima serta menggunakan informasi,” pungkasnya.

Bimtek diikuti 150 peserta yang terdiri atas pustakawan, tenaga perpustakaan, taman baca masyarakat dan masyarakat pegiat literasi. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 30 September hingga 2 Oktober 2026

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini