Audiensi PMII, Lis Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Edukasi dan Kontrol Sosial
Prokompim Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., menerima audiensi jajaran Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang-Bintan, di Kantor Wali Kota, Selasa (11/8).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC PMII Tanjungpinang-Bintan, Isnaniyah Fatmawati menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru PMII Tanjungpinang-Bintan masa khidmat 2026–2027, yang terbentuk melalui Konferensi Cabang. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk membangun komunikasi serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
“Kedatangan kami selain untuk bersilaturahmi, juga memperkenalkan kepengurusan baru PC PMII Tanjungpinang-Bintan. Kami berharap mendapatkan bimbingan, arahan, dan tunjuk ajar dari Bapak Wali Kota, sekaligus membuka ruang sinergi antara PMII dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Lis menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang aktif berorganisasi. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Lis menegaskan, mahasiswa harus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan bertanggung jawab. Kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, namun harus disampaikan berdasarkan data, fakta, dan kajian yang jelas, bukan sekadar berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
“Kalau mahasiswa menjadi kontrol sosial, jangan hanya berbicara tanpa bukti atau hanya percaya dengan berita yang ada di media sosial. Mahasiswa harus mampu melihat, mempelajari, dan memahami persoalan secara utuh sebelum menyampaikan kritik maupun aspirasi,” tegasnya.
Menurutnya, di tengah era digitalisasi saat ini, kemampuan literasi digital menjadi hal yang sangat penting bagi mahasiswa. Arus informasi yang begitu cepat membuat setiap orang harus memiliki kemampuan untuk memilah, memeriksa, dan menyaring informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.
“Sekarang sudah saatnya kita belajar dan memahami media sosial. Banyak informasi dan pemberitaan yang harus kita saring. Jangan sampai kita menyampaikan sesuatu yang belum tentu benar hanya karena informasi tersebut ramai di media sosial,” ujarnya.
Lis mendorong PMII untuk terus berbenah dan menyesuaikan gerakan organisasi dengan perkembangan zaman, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi harus mampu memberikan edukasi, gagasan, dan solusi bagi masyarakat. Ia
mengingatkan mahasiswa untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai agama sebagai landasan moral dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Terkahir, Ia berharap kepengurusan baru PC PMII Tanjungpinang-Bintan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang, terutama dalam kegiatan edukasi bagi pelajar, penguatan kepemudaan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan ekonomi daerah.
“Dalam membangun dan memajukan daerah, mahasiswa memiliki fungsi dan peran yang strategis. Karena itu, mari kita jalankan fungsi organisasi dengan sebaik-baiknya, tidak hanya sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai agen edukasi, penyampai aspirasi yang konstruktif, serta menghadirkan gagasan dan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang