Loading...
Pilih Tema
Walikota

Teken MoU dengan UTM, Lis Perkuat Langkah Pelestarian Warisan Budaya Pulau Penyengat

Prokompim Tanjungpinang – Dalam rangka memperkuat, memajukan, dan mengembangkan penelitian serta menjalin kerja sama teknis untuk keberlanjutan pendidikan, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., tandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama delegasi Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Penandatanganan dilaksanakan di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, Senin (10/8).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan dari Perwakilan Lembaga Arkitek Malaysia Cawangan Selatan (PAMso); dan pemaparan hasil kajian mahasiswa UTM mengenai bangunan-bangunan Melayu di Pulau Penyengat, yang membahas karakteristik arsitektur, nilai sejarah, serta potensi pelestarian bangunan dan kawasan sebagai bagian dari warisan budaya Melayu.

Dalam kesempatan itu, Lis menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan momentum untuk mempererat kerja sama dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan UTM.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan koordinasi dalam memanfaatkan peluang, termasuk perkembangan teknologi dan keahlian akademis, untuk mendukung pembangunan Kota Tanjungpinang. "Mudah-mudahan kerja sama ini memberikan manfaat bagi Tanjungpinang, sekaligus menjadi daya tarik bagi pengunjung dan memiliki daya guna bagi pembangunan kota,” ucapnya.

Lis menegaskan, hubungan serumpun antara Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga nilai sejarah dan warisan budaya yang dimiliki kedua negara. “Dengan adanya kesamaan akar budaya antara Indonesia dan Malaysia, semoga dapat memberikan efek positif dan mempererat kerja sama lintas negara, khususnya dalam pelestarian budaya,” ungkapnya.

Lis berharap melalui kerja sama ini sejalan dengan upaya penataan Pulau Penyengat dan Tanjungpinang dengan tetap mempertahankan nilai sejarah, budaya, serta karakter arsitektur warisan Melayu. “Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan akademis dan teknis antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan UTM, tetapi juga menjadi perekat hubungan serumpun Indonesia dan Malaysia. Melalui kolaborasi ini, kita berharap dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung penataan kawasan cagar budaya, pelestarian identitas Melayu, pengembangan pendidikan, serta peningkatan daya tarik Pulau Penyengat dan Kota Tanjungpinang,” harapnya.

Sementara itu, Ar. IDr. Ts. Dr. Noraslinda Binti Abdul Rahman, selaku Dosen Pembimbing dari Pusat Kajian Alam Bina Dunia Melayu (KALAM) UTM, menyampaikan bahwa kunjungan dan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk memperkuat hubungan antara UTM dan Pemerintah Kota Tanjungpinang, khususnya dalam penataan arsitektur warisan cagar budaya serta penguatan sektor pendidikan, baik formal maupun nonformal. “Melalui kajian dan dokumentasi yang dilakukan secara berkelanjutan, KALAM berupaya menyediakan data dan informasi yang valid mengenai arsitektur bangunan serta lingkungan binaan warisan dunia Melayu. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam upaya pelestarian, penataan, dan pengembangan kawasan warisan budaya di Tanjungpinang,” ujarnya.

Selain itu dalam kunjungannya ke Tanjungpinang dilakukan untuk melaksanakan kajian arsitektur sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara UTM dan Pemerintah Kota Tanjungpinang. “Kami datang ke Tanjungpinang untuk melakukan kajian arsitektur. Selain berbagi ilmu dan pengalaman, kami juga ingin melihat secara langsung pemeliharaan infrastruktur di Kota Tanjungpinang. Melalui kegiatan ini, kami dapat saling berbagi pengetahuan, khususnya terkait teknologi arsitektur, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak,” jelasnya.

Selain itu, KALAM berkomitmen untuk mengedukasi dan menyebarluaskan pengetahuan mengenai pentingnya warisan arsitektur dunia Melayu melalui kegiatan pembelajaran, pelatihan, seminar, pameran, dan penerbitan. “Kami juga menyediakan layanan dan konsultasi dalam bidang desain dan konservasi, sehingga hasil penelitian tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi dapat memberikan kontribusi bagi upaya pelestarian dan pengembangan kawasan warisan budaya,” tambahnya.

Ia berharap kerja sama antara UTM dan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam berbagai bidang, khususnya penelitian, pendidikan, teknologi arsitektur, serta pelestarian warisan budaya. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan akademisi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dan pelestarian kawasan bersejarah di Kota Tanjungpinang.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini