Loading...
Pilih Tema
Wakil Walikota

Wawako Ariza Dukung Workshop Penggalian Nilai Sejarah dan Budaya Untuk Penguatan Identitas Melayu

Prokompim Tanjungpinang — Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, M.M, menerima audiensi dari Panitia Pelaksana International Workshop on Historic Urban Landscape (HUL) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), di Kantor Wali Kota, Jumat (21/11).

Dalam audiensi tersebut, Ketua Tim Pelaksana, Hendra Kurniawan memaparkan rencana penyelenggaraan workshop bertaraf nasional dan internasional yang akan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta internasional dari Thailand. "Workshop ini menargetkan penggalian nilai sejarah dan budaya pada Kota Lama Tanjungpinang serta Pulau Penyengat sebagai bagian dari lanskap urban bersejarah yang penting di Kepulauan Riau," terangnya.

Wawako Ariza menyambut baik rencana penyelenggaraan workshop dan berharap kegiatan tersebut menghasilkan produk pelestarian kebudayaan yang layak untuk dipublikasikan, terutama terkait penguatan identitas budaya Melayu di Tanjungpinang. “Bahasa adalah salah satu warisan budaya tak benda yang sangat penting. Untuk itu, kami meminta panitia agar terus berkoordinasi dengan Kantor Bahasa, sehingga hasil workshop nanti dapat memperkaya khazanah kebudayaan kita,” ujarnya.

Wawako Ariza memberikan perhatian khusus terhadap potensi pengembangan tanjak sebagai ikon budaya Tanjungpinang. Ia mendorong agar workshop ini dapat menghasilkan rekomendasi dan dokumentasi yang memperkuat pelestarian serta inovasi produk budaya tersebut.

Pelaksanaan International Workshop on Historic Urban Landscape dijadwalkan dibuka pada 30 November dan ditutup pada 4 Desember di Gedung Dekranasda Provinsi Kepri. "Kita harapkan ini sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya Melayu serta meningkatkan posisi Tanjungpinang sebagai kota bersejarah yang kaya warisan budaya," tutupnya.

Rangkaian workshop akan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, antara lain Perwakilan BPK dan akademisi dari Belanda, Para maestro budaya dari Penyengat, Maestro kuliner dan maestro kebaya labuh, Maestro pengobatan Melayu, Narasumber Silat Sendeng, yang akan menggali berbagai aspek budaya seperti bahasa, identitas Melayu, sejarah tanjak, hingga praktik tradisi lokal.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini