Wawako Ariza Apresiasi Kontribusi LAM Kepri Dukung Pembangunan dan Menjaga Nilai Tradisi
Prokompim Tanjungpinang – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H. Raja Ariza, MM menghadiri Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau, di Gedung LAM Kepri, Selasa (14/4).
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menekankan bahwa tradisi halal bihalal merupakan wujud nyata dari semangat saling memaafkan dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Halalbihalal adalah bagian dari nilai keislaman yang mulia. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk saling menghalalkan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, serta memperkuat hubungan kemasyarakatan yang harmonis,” ucapnya.
Ia juga mengajak untuk menjadikan momen ini sebagai sarana introspeksi diri serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.
“Semakin kuat ikatan silaturahmi kita, maka akan semakin kokoh pula kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Mari jadikan halalbihalal ini sebagai semangat kolektif dalam mewujudkan Kepri yang lebih baik,” tambahnya.
Gubernur Ansar juga menyebutkan bahwa momen kebersamaan yang terajut dalam halalbihalal menjadi modal penting bagi pembangunan Provinsi Kepulauan Riau ke depan. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran serta dan nasihat dari seluruh pengurus LAM Kepri agar pembangunan tetap selaras dengan nilai-nilai adat dan budaya Melayu.
“Dalam kesempatan ini, atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengucapkan, Minal Aidin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih atas kehadiran dan partisipasi semua pihak dalam menyukseskan acara ini. Semoga membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua,” tutupnya.
Hal senada disampaikan Wawako Ariza, bahwa Halal Bihalal ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dengan para tokoh adat, Dato’ dan Datin, yang selama ini turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan jalannya pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau, maupun Kota Tanjungpinang.
“Bulan Syawal ini menjadi momentum spiritual bagi umat Islam untuk saling membersihkan diri dari kesalahan antar sesama. Tradisi ini memperkuat nilai-nilai sosial seperti silaturahmi. Jika tak dapat silaturahmi dan bertemu karena kesibukan, saat inilah kita laksanakan halal bihalal ini untuk bertemu silaturahmi dan saling bermaaf-maafan," ungkapnya.
Ia juga mengucapkan syukur dan terima kasih atas peran LAM Kepri dalam pembangunan dan kemajuan di Provinsi Kepri. "Dengan sinergi bersama, mengawal pembangunan sekaligus menjaga nilai tradisi dan kerukunan di masyarakat," pungkasnya.
Dalam rangkaian halal bihalal juga dilaksanakan prosesi tepuk tepung tawar kepada Anggota LAM yang akan melaksanakan Ibadah haji tahun 1447 Hijriyah dan dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ust.Abdil Muhadir Ritonga dan diakhiri dengan makan bersama.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang