TP PKK Gelar Peringatan Maulid Nabi, Lis Ajak Teladani Akhlak dan Tanamkan di Lingkungan Keluarga
Prokompim Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., bersama Ketua PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, S.H., serta jajaran organisasi wanita se-Kota Tanjungpinang, mengikuti peringatan Maulid Nabi yang di gelar TP PKK Kota Tanjungpinang. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Wanita Tun Fatimah, Senggarang, Selasa (8/9).
Dalam sambutannya, Lis menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali meneladani akhlak dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan.
“Ketika kita memperingati Maulid Nabi, kita tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga kembali kepada keteladanan beliau. Rasulullah mengajarkan bagaimana menjalani kehidupan dengan kejujuran, amanah, kasih sayang, kepedulian, dan semangat menjaga persaudaraan,” ucapnya.
Dikatakannya, nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini dan dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk mengenal nilai-nilai kebaikan, membangun akhlak, sekaligus membentuk karakter. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak serta menanamkan nilai-nilai kebaikan.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, Lis mengingatkan bahwa menjaga akhlak tidak hanya berlaku dalam interaksi secara langsung, tetapi juga ketika berada di ruang digital. Menurutnya, setiap tulisan, komentar, maupun unggahan di media sosial merupakan bagian dari perilaku yang harus dapat dipertanggungjawabkan.
"Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak sebelum menulis dan membagikan informasi. Ketika ingin menulis, tanyakan kepada diri kita, apakah tulisan ini benar, apakah baik, dan apakah bermanfaat. Sebelum membagikan sesuatu, pikirkan dampaknya. Jangan sampai kita mudah membuka kekurangan atau aib orang lain, sementara kita sendiri juga memiliki kekurangan,” pesannya.
Lis menilai, media sosial dapat menjadi sarana yang memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara bijak. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, belajar, bekerja, mengembangkan usaha, memperoleh informasi, serta menyebarkan ilmu dan kebaikan.
Namun, kemajuan teknologi harus diiringi dengan tanggung jawab dan penguatan nilai agama. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak menggunakan teknologi.
“Anak-anak kita boleh mengikuti perkembangan teknologi, boleh menggunakan handphone dan media sosial. Tetapi sebagai orang tua, kita harus memberikan pendampingan dan mengajarkan bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak. Yang paling penting, kita harus memberikan keteladanan,” katanya.
Terkahir Lis berharap kemajuan teknologi dan pembangunan Kota Tanjungpinang senantiasa berjalan seiring dengan penguatan nilai agama, budaya Melayu, dan budi pekerti. Kejujuran, amanah, kesantunan, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama harus tetap menjadi nilai yang dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat, keimanan semakin kokoh, dan akhlak Rasulullah semakin nyata dalam kehidupan kita. Mari kita jaga persatuan, perkuat silaturahmi, dan bersama-sama membangun Tanjungpinang dengan hati yang baik, akhlak yang mulia, serta semangat kebersamaan. Mari kita jadikan keteladanan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai cahaya dalam kehidupan, sebagai pedoman dalam pengabdian, dan sebagai kekuatan dalam membangun Kota Tanjungpinang yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua PKK Weni menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari sosok perempuan yang memiliki peran besar dalam perjalanan dakwah Rasulullah, yakni Sayyidah Siti Khadijah Radhiyallahu 'Anha.
Menurutnya, beliau bukan hanya merupakan istri Rasulullah, tetapi juga sosok pendamping, sahabat, penguat, dan orang yang memberikan keyakinan serta dukungan ketika Rasulullah menghadapi masa-masa penuh tantangan.
“Di balik perjuangan seorang pemimpin besar, terkadang ada sosok keluarga yang memberikan kekuatan. Di balik langkah besar seseorang, ada pasangan yang percaya, mendukung, dan menguatkan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, keteladanan Siti Khadijah menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, mendidik generasi, menjaga nilai-nilai kebaikan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Perempuan bukan hanya dituntut untuk kuat secara pribadi, tetapi juga mampu menjadi penguat bagi keluarga, menjadi ibu yang mendidik dengan kasih sayang, menjadi istri yang mendampingi dengan kesetiaan, serta menjadi anggota masyarakat yang peduli terhadap lingkungan,” jelasnya.
Ketua PKK Weni mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan dan pengabdian.
“Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat dan keteladanan beliau semakin nyata dalam kehidupan kita. Mari kita jadikan keteladanan Rasulullah sebagai cahaya dalam kehidupan, pedoman dalam pengabdian, dan kekuatan dalam membangun Kota Tanjungpinang yang kita cintai bersama,” tutupnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang