Tinjau Operasi Pasar Ramadhan, Lis Pastikan Harga Bahan Pokok Terkendali
Prokompim Tanjungpinang — Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., meninjau langsung pelaksanaan Operasi Pasar Ramadhan, yang digelar di Halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Centre, Kamis (5/3).
Dalam kesempatan itu, Lis menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mengendalikan serta mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri.
“Walaupun program ini belum sepenuhnya mampu menyelesaikan seluruh permasalahan ekonomi, setidaknya langkah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan pokok,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah akan terus melakukan pemantauan terutama pada momentum hari besar keagamaan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan bahan pokok.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga yang tidak terkendali. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan, pengawasan distribusi, serta intervensi pasar apabila diperlukan,” tegasnya.
Kedepan, lanjutnya, Pemko Tanjungpinang akan memfasilitasi kerja sama antar daerah guna memastikan pasokan bahan pokok tetap stabil, sehingga harga yang masuk ke Tanjungpinang tidak terlalu tinggi.
“Seperti padaoperasi pasar kali ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya kelompok tani, Perum Bulog, D’Sayur, DM Frozen Food, CV Adil Mitra Sembada, Pinang Multi Karya, Apub Bintan, Kisaran Jaya, dan Sarimart,” jelasnya.
Lis berharap melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman. Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan harga serta memastikan distribusi berjalan lancar hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Semoga upaya yang kita lakukan hari ini membawa keberkahan, menjaga keterjangkauan harga, serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia hingga Hari Raya Idulfitri,” tutupnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat selisih harga bahan pokok berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 lebih murah dibandingkan harga pasar. Operasi pasar ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 4 Maret hingga 5 Maret 2026.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang