Sekda Zulhidayat Tekankan Skala Prioritas dalam Musrenbang Kelurahan Penyengat
Prokompim Tanjungpinang — Sekretaris Daerah kota Tanjungpinang Zulhidayat, S.Hut., M.M. membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Penyengat Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tanjungpinang Tahun 2027, yang disejalankan dengan kegiatan Rembug Stunting, bertempat di Balai Adat Indera Perkasa, Pulau Penyengat, Jumat (30/1)
Dalam sambutannya, Zulhidayat menyampaikan apresiasi kepada Kelurahan Penyengat yang tetap konsisten menjaga dan menerapkan nilai-nilai adat Melayu dalam pelaksanaan Musrenbang, mulai dari pemilihan lokasi di Balai Adat hingga tata cara duduk bersila sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat setempat.
“Saya sangat mengapresiasi kepada Kelurahan Penyengat yang masih menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu dalam setiap kegiatan pemerintahan. Pelaksanaan Musrenbang hari ini, serta tata cara duduk bersila ini mencerminkan jati diri dan kearifan lokal yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ucapnya
Lanjut disampaikannya, Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi serta tidak dimiliki oleh daerah lain, bahkan di dunia. Oleh karena itu, pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus dijaga bersama, dengan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk merawat hasil pembangunan yang telah ada.
“Dengan menjaga kualitas pelayanan, kebersihan, serta harga jual kuliner dan oleh oleh yang wajar, agar wisatawan yang datang tidak hanya berkunjung sekali, tetapi akan rindu untuk datang kembali bersama keluarga. Kita memiliki daya tarik yang besar, oleh karena itu, mari kita jaga kualitas dan harga barang yang dijual, agar Pulau Penyengat tetap menjadi destinasi yang nyaman dan berkesan,” tambah Sekda Zulhidayat.
Menurut Sekda Zulhidayat, nilai-nilai adat dan budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memperkuat kebersamaan, etika bermusyawarah, serta semangat gotong royong dalam menyusun perencanaan pembangunan.
"Maka mari bersama-sama kita menjaga keramahan dan kebersihan lingkungan, khususnya disaat meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat. Semoga destinasi wisata ini semakin diminati dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,". Harap Zulhidayat
Terakhir, Zulhidayat berharap pelaksanaan Musrenbang Kelurahan Penyengat dapat menghasilkan usulan pembangunan yang benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat, disusun dengan skala prioritas, serta selaras dengan kemampuan keuangan daerah.
"Musrenbang ini harus menjadi ruang musyawarah yang jujur dan bertanggung jawab, tempat kita menyepakati apa yang paling dibutuhkan masyarakat. Dengan perencanaan yang tepat dan realistis, kita harapkan hasil Musrenbang ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Pulau Penyengat." Tutupnya
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang