Sekda Zulhidayat Sebut DKM dan Majelis Taklim Berperan Dalam Pembinaan Umat
Prokompim Tanjungpinang – Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut., M.M., membuka kegiatan Pembinaan Keagamaan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Majelis Taklim Tingkat Kota Tanjungpinang, di Hotel Bintan Plaza, Jumat (19/12).
Dalam sambutannya, Sekda Zulhidayat menegaskan bahwa pengurus DKM dan Majelis Taklim memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pembinaan umat, baik di bidang keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Menurutnya, keberadaan kedua lembaga ini menjadi garda terdepan dalam membangun karakter masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. "Dalam pembinaan akhlak, terutama generasi muda, pengurus DKM memiliki peran penting untuk mewujudkan generasi yang gemar ke masjid dan memiliki akhlak yang mulia. Masjid harus menjadi ruang yang hidup, ramah, dan menarik bagi anak-anak dan remaja," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Majelis Taklim memiliki peran yang tidak kalah penting melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti wirid yasin dan kegiatan sejenis lainnya, yang dinilai memberikan dampak besar terhadap pembinaan karakter anak dan keluarga. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat tercipta generasi milenial yang agamis, berjiwa sosial, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Lebih lanjut, Zulhidayat menjelaskan bahwa DKM berperan sebagai lembaga yang memastikan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan umat. Secara umum, DKM memiliki tiga bidang utama, yakni Idarah sebagai bidang administrasi dan manajemen masjid, Imarah yang berkaitan dengan kegiatan memakmurkan masjid, serta Ri’ayah yang berfokus pada pemeliharaan fisik dan bangunan masjid. "Dengan peran tersebut, DKM menjadi salah satu pilar dalam membangun solidaritas umat Islam melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dan mampu membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan," lanjutnya.
Selain itu, Majelis Taklim dipandang sebagai lembaga pendidikan Islam non-formal yang berfungsi meningkatkan pemahaman agama, membina karakter dan akhlak mulia, mempererat silaturahmi, serta menjadi wadah kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Perannya tidak hanya terbatas pada pendidikan agama, tetapi juga mencakup pengembangan diri, kegiatan sosial, hingga penguatan ekonomi keluarga, khususnya bagi kaum perempuan.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Sekda berharap para pengurus DKM dan Majelis Taklim semakin solid, profesional, dan mampu berkontribusi positif dalam mewujudkan kehidupan sosial dan keagamaan yang harmonis di Kota Tanjungpinang.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang