Loading...
Pilih Tema
Sekretaris Daerah

Sekda Zulhidayat Apresiasi Tim KKN UGM Dalam Mendukung Pelestarian Budaya

Prokompim Tanjungpinang - Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan Gemerlap Pinang sebagai bentuk dukungan pelestarian dan promosi budaya Melayu di Kota Tanjungpinang. Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut hadir dalam rangkaian kegiatan jalan sehat dan pagelaran busana Melayu, di Taman Gurindam 12, Sabtu (2/8).

Sekda Zulhidayat mengapresiasi inisiatif kegiatan ini yang menurutnya sejalan dengan visi dan misi Pemko Tanjungpinang yang menjadikan budaya sebagai salah satu potensi besar ekonomi daerah. “Tanjungpinang memiliki kekuatan besar dalam budayanya. Kita berada di Taman Gurindam 12, siapa di Indonesia yang tidak kenal karya Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas. Masjid Penyengat yang berdiri di depan kita pun dikenal secara luas,” ujar Zulhidayat.

Menurutnya, kekuatan budaya perlu dioptimalkan sebagai sumber ekonomi yang nyata. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, seperti yang dilakukan bersama UGM. “Promosi adalah kata kunci yang harus kita jalankan bersama, secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Zulhidayat mengajak mahasiswa UGM untuk terus berkolaborasi dalam memperkenalkan budaya Tanjungpinang, termasuk melalui digitalisasi. “Busana Melayu adalah bahasa tanpa kata. Warna pakaian, cara memakai kain samping, hingga bentuk tanjak, semuanya memiliki makna tersendiri. Dari situ, kita bisa mengenali peran atau kedudukan orang yang mengenakannya,” jelasnya.

Ia berharap pagelaran ini dapat menarik perhatian lebih luas dan memopulerkan budaya Tanjungpinang hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM UGM, Ashar Saputra, menyampaikan terima kasih kepada Pemko Tanjungpinang, keluarga besar alumni UGM di Kepri, serta semua pihak yang mendukung kegiatan ini.

Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan bagian dari misi KKN UGM untuk menggali kekayaan budaya lokal, khususnya budaya Melayu yang memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara. “Sebelum Indonesia memiliki bahasa nasional, masyarakat sudah menggunakan bahasa Melayu. Artinya, budaya Melayu telah mengakar dan tersebar luas sejak lama,” ujarnya.

Ashar menyebut dunia fesyen bisa menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan budaya, terutama di kalangan generasi muda. “Kami ingin agar busana Melayu tetap hidup, tidak hanya dalam bentuk aslinya, tetapi juga melalui desain kekinian yang tetap menjaga pakem budaya. Jangan sampai kita kalah oleh budaya luar,” tambahnya.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini