Rapat Konsolidasi BGN, Sekda Zulhidayat Sebut Koordinasi dan Pengawasan Jadi Kunci Keberhasilan
Prokompim Tanjungpinang — Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut, MM menghadiri rapat konsolidasi bersama Kasatpel, mitra, dan yayasan yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya, S.I.K., yang dilaksanakan di hotel Aston, Batam, Kamis (2/4).
Dalam rapat membahas upaya mengoptimalkan pelaksanaan pemantauan dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam arahannya, Waka BGN Sony menegaskan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi yang tepat, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta menjangkau peserta didik. “Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pelibatan UMKM, koperasi, dan BUMD,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh mitra wajib melaporkan secara rutin kepada masyarakat terkait menu makanan yang disajikan setiap hari, mulai dari jenis beras, lauk-pauk, kandungan protein, serat, vitamin, hingga nilai gizi dan rincian harga bahan pangan. Menurutnya, hal tersebut merupakan sarana komunikasi yang efektif untuk membangun transparansi dan kepercayaan publik. “Seluruh mitra wajib menyampaikan laporan harian secara terbuka kepada masyarakat, mulai dari menu yang disajikan, kandungan gizi, hingga rincian harga bahan pangan. Ini merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada publik. Sampaikan dengan penuh kebanggaan kepada para orang tua bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak telah memenuhi standar gizi yang baik dan dikelola secara jujur. Program ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas,” tegasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa di Provinsi Kepulauan Riau saat ini telah terdapat ratusan SPPG yang beroperasi dengan melibatkan ratusan pemasok dan tenaga kerja, serta menjangkau ratusan ribu penerima manfaat. Namun demikian, peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama pada tahun 2026, termasuk pemenuhan standar kelayakan dan sertifikasi. “Niatkan pelaksanaan program ini sebagai bentuk pengabdian dan ibadah, yaitu memberikan asupan gizi terbaik bagi anak-anak agar mereka dapat tumbuh lebih sehat dan lebih baik dari generasi sebelumnya. Adapun keuntungan yang diperoleh hendaknya dipandang sebagai bonus, bukan tujuan utama,” tutupnya.
Sementara itu, usai kegiatan, Sekda Zulhidayat menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Program MBG di daerah. Pemerintah Kota Tanjungpinang siap bersinergi dengan seluruh pihak dalam memastikan program berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Koordinasi dan pengawasan yang baik menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami akan terus mendorong kolaborasi antara Pemerintah, mitra, dan masyarakat agar tujuan mulia program MBG dapat tercapai,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program di lapangan, termasuk pelaporan rutin oleh para mitra terkait kualitas dan kandungan gizi makanan yang disajikan. Menurutnya, keterbukaan informasi kepada masyarakat akan membangun kepercayaan publik sekaligus menjadi sarana pengawasan bersama. “Harapan kami, seluruh pihak dapat menjalankan peran masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan integritas, sehingga Program MBG benar-benar memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi generasi penerus di Kota Tanjungpinang,” pungkasnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang