Rakor Camat dan Lurah, Lis Minta Identifikasi Persoalan Masyarakat dan Antisipasi Dampak Iklim
Prokompim Tanjungpinang — Dalam upaya meningkatkan konsistensi, evaluasi kinerja, serta percepatan tindak lanjut program Pemerintah, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H pimpin Rapat Koordinasi bersama Camat dan Lurah, yang dilaksanakan di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, Jumat (6/2).
Dalam arahannya, Lis menyampaikan untuk mengidentifikasi persoalan masyarakat diberbagai aspek, seperti stunting, kondisi kesehatan warga, kondisi lingkungan, dampak perubahan iklim misalnya kekeringan, potensi kebakaran lahan, kebersihan permukiman, pelayanan administrasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan bahwa sebagian besar persoalan masyarakat berada di wilayah kelurahan, sehingga camat dan lurah harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi, merespons, dan menyelesaikan permasalahan secara cepat dan tepat.
“Camat dan lurah harus benar-benar mengenal wilayahnya, mengetahui persoalan masyarakat, serta mampu merespons dan menyelesaikannya secara cepat dan tepat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Lis menekankan pentingnya konsistensi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kerja, termasuk kedisiplinan waktu sebagai bagian dari profesionalisme aparatur pemerintah. Menurutnya, camat dan lurah juga dituntut untuk menghadirkan inovasi kerja sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
“Inovasi tidak harus selalu besar, tetapi harus nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap wilayah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda, di situlah inovasi dibutuhkan,” sebutnya.
Terkait kondisi iklim saat ini, Lis menyoroti dampak kekeringan serta potensi kebakaran lahan yang mulai dirasakan masyarakat. Ia meminta camat dan lurah mengambil langkah-langkah konkret, baik jangka pendek maupun jangka panjang dalam mengantisipasi dan menangani permasalahan tersebut.
“Langkah jangka pendek harus segera dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Sementara langkah jangka panjang perlu direncanakan secara matang, termasuk pemetaan dan penentuan sumber air yang potensial untuk kebutuhan ke depan,” pesannya.
Menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, Lis turut menyinggung potensi usulan penyelenggaraan bazar. Ia meminta camat dan lurah melakukan pengawasan serta pengarahan agar kegiatan bazar berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Pengadaan bazar harus memperhatikan letak dan kondisi lingkungan sekitar, khususnya arus lalu lintas, sehingga tidak menimbulkan kemacetan selama bulan Ramadan. Penataan lokasi bazar harus dilakukan secara teratur, tertata dengan baik, serta tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat,” imbaunya.
Terakhir, Lis mengingatkan bahwa kepedulian terhadap wilayah dan warga serta keberanian berinovasi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional aparatur pemerintah.
“Diharapkan Camat dan Lurah bekerja dengan rasa memiliki terhadap wilayahnya. Kenali masalahnya, cari solusinya, dan hadirkan inovasi. Pemerintahan yang baik lahir dari kepedulian dan kerja nyata,” tutupnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang