Loading...
Pilih Tema
Tanjungpinang

Rahma Pimpin Rapat Persiapan Pemulangan PMI dan WNI Migran

Prokompim Tanjungpinang - Bersama unsur Forkopimda Kota Tanjungpinang, Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma S.IP melaksanakan rapat kesiapan Tanjungpinang sebagai pintu masuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dan kedatangan Warga Negara Indonesia Migran Korban Perdagangan Orang (WNI MKPO), yang dilaksanakan di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, kantor Walikota, Kamis (14/4).

Sebanyak 140 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Warga Negara Indonesia Migran Korban Perdagangan Orang (WNI MKPO) dari Malaysia akan kembali ke Tanah Air melalui pintu pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Kota Tanjungpinang pada Minggu (17/4) mendatang. Sehingga perlu dilakukan persiapan teknis, mulai dari kedatangan melalui pelabuhan SBP, pengecekan kesehatan, penampungan sementara di RPTC, hingga pemulangan para PMI dan MKPO ke daerah asal.

Rahma mengatakan rapat ini dilakukan sebagai persiapan Tanjungpinang sebagai pintu masuk PPLN kedatangan PMI dan MKPO. Oleh karena itu perlunya koordinasi dan kerjasama dengan TNI POLRI, pelaksana teknis yaitu Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), KSOP, BP2MI wilayah Kepulauan Riau, Imigrasi, Syahbandar, serta Perangkat Daerah yang terkait. “Harus benar-benar dipastikan teknis yang dilakukan seperti apa, mulai dari kedatangan, pemeriksaan dokumen kesehatannya, transportasi ke RPTC, hingga pemulangan ke daerah asal," ucap Rahma.

Meski kedatangan para PMI dan MKPO bukan kewenangan Pemko Tanjungpinang, namun menjadi tugas bersama agar mereka dapat kembali dengan selamat ke daerah asal. “Pemulangan ini bersifat berkelanjutan, terkait pembiayaan sepenuhnya dari Kementrian Sosial. Tugas kita mengawasi prosesnya agar berjalan dengan lancar," tutup Rahma.

Sementara itu Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, S.H, S.I.K, mengatakan kedatangan PMI dan MKPO melalui Tanjungpinang perlu dilakukan sejumlah langkah antispasi seperti pemeriksaan RT-PCR guna memastikan kesehatannya dan juga sertifikat vaksinasi. “Segala teknis kedatangan PMI dan MKPO harur benar-benar di persiapkan. Karena, mereka ini juga adalah pahlawan devisa kita, jadi harus kita perhatikan mulai dari kedatangan, kesehatannya, tempat penampungannya di RPTS sampai di antar pulang ke daerah asal," harap kapolres.

Pelaksana teknis Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) Tanjungpinang, Kepri, Piter M Matakena menyampaikan jumlah PMI dan MKPO dengan total 140 orang, terdiri dari 111 orang laki-laki dan 29 orang perempuan. “Dalam proses pemulangannya mereka dilakukan vaksin Astrazeneca dan Pfizer, dan biaya Fery mereka di biayai langsung dari Malaysia. Sebelum di pulangkan ke kampung halaman masing-masing, para PMI ini akan di tempatkan terlebih dahulu di RPTC sebelum di pulangkan menggunakan kapal Pelni melalui pelabuhan Kijang,” terangnya.

Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota Tanjungpinang atas kepeduliannya dan antisipasinya untuk kita bersama, sehingga kita bisa menyampaikan bagaimana teknis persiapan kedatangan para PMI dan MKPO ke Tanjungpinang. “Terima kasih atas kepedulian Pemko Tanjungpinang dan kerjasama dari seluruh Forkopimda. Pada prinsipnya, RPTC sudah siap menerima kedatangan mereka dan telah berkoordinasi dengan dinas sosial provinsi Kepri," tambah Piter.

Dalam rapat turut diikuti, Wakil Walikota Tanjungpinang, Endang Abdullah, S.Kp. M.Si, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Yuswandi, Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, S.H, S.I.K, Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang Letkol Inf Tommy Anderson, Forkopimda, Pimpinan unsur vertikal, serta Camat dan Lurah se-Kota Tanjungpinang.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang 

Bagikan postingan ini