Loading...
Pilih Tema
Tanjungpinang

Rahma Dukung Pelestarian Jamu Tradisional

Prokompim Tanjungpinang — Untuk melestarikan minuman jamu tradisional, salah satu bentuk dukungan dari Pemerintah akan membantu dengan memberikan barang-barang kebutuhan penunjang usaha kepada pedagang jamu. Hal tersebut disampaikan Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP saat menerima kunjungan silaturahmi dari Paguyuban Jamu Wong Solo (PJWS), yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Walikota Tanjungpinang, Jumat, (4/3).

Rahma menyampaikan, Pemko Tanjungpinang terus mendukung pelaku UKM sebagai pemulihan dan upaya membangkitkan perekonomian. “Tidak dapat dipungkiri, kondisi ekonomi berdampak akibat pandemi covid-19 termasuk bagi pelaku usaha kecil. Tetapi kondisi ini juga berpotensi membuka peluang usaha untuk pemulihan ekonomi. Salah satu upaya membangkitkan ekonomi masyarakat berbasis pengembangan komoditas obat tradisional yaitu seperti pelaku usaha UKM penjual jamu ini yang berada di kota Tanjungpinang”, ucap Rahma.

Lanjut disampaikannya, saat ini Pemerintah tengah melakukan berbagai upaya kebijakan untuk dapat menyeimbangkan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. “Selain penanggulangan covid-19, juga dibarengi dengan pemulihan ekonomi masyarakat. Pelaku UKM merupakan salah satu kunci dalam pemulihan ekonomi yang terus diberdayakan dan perlu mendapat dukungan dari Pemerintah. Upaya pemulihan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM yang terdampak agar dapat bertahan dan bangkit kembali”, ungkap Rahma.

Ditambahkannya, Pemko Tanjungpinang melalui Bagian Ekonomi terus mendata pelaku UMKM yang membutuhkan untuk diberikan bantuan yang juga bekerjasama dengan pihak perusahaan, BUMN ataupun swasta. “Dengan kerjasama dan melalui CSR perusahaan memberikan bantuan kepada pelaku usaha kecil termasuk juga penjual jamu untuk mendukung usaha yang dijalankan. Dengan memberikan barang sesuai dengan kebutuhan usaha, dengan tujuan agar manfaatnya langsung diterima dan termanfaatkan”, jelasnya.

Rahma berharap kepada pedagang jamu yang tergabung dalam Paguyuban Jamu Wong Solo untuk terus bersemangat dan terus ikut melestarikan minuman tradisional tersebut. “Jamu merupakan salah satu obat tradisional turun temurun, dan terbukti khasiatnya untuk kesehatan. Jamu dikonsumsi oleh segala usia dan kalangan, oleh karena itu pedagang jamu akan terus dicari konsumen. Untuk itu teruslah semangat menjalankan usaha ini, serta terus kembangkan dan warisi ramuan jamu ke generasi selanjutnya sehingga minuman jamu tidak akan pernah ketinggalan zaman”, tuturnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Jamu Wong Solo (PJWS), Supardi menyampaikan bahwa anggota PJWS berjumlah 67 orang. Dalam kesempatan itu juga Supardi mengucapkan terima kasih kepada Pemko Tanjungpinang atas dukungan yang diberikan untuk kemajuan pedagang jamu di Tanjungpinang. “Mewakili seluruh anggota PJWS, saya ucapkan terima kasih atas dukungan Pemko Tanjungpinang dengan memfasilitas kami untuk mendapatkan bantuan untuk kemajuan usaha kami agar semakin berkembang”, ucapnya.

Turut mendampingi pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Elfiani Sandri, MPH, Kepala Bagian Perekonomian dan SDM, Hermawan, SE, M. Si, dan dihadir, serta pengurus Paguyuban Jamu Wong Solo (PJWS) bersama seluruh anggotanya.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang 

Bagikan postingan ini