Loading...
Pilih Tema
Tanjungpinang

Pimpin Rapat TPID, Endang Apresiasi Tim Dalam Penekanan Inflasi di Tanjungpinang

Prokompim Tanjungpinang - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Koordinasi Rutin TPID bersama seluruh anggota TPID yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah S. Kp, M. Si didampingi Asisten Pemerintahan dan Perekonomian, Bambang Hartanto. Rapat yang juga diikuti secara daring dilaksanakan di Ruang Rapat Raja Haji Fisabilillah, Kantor Wali Kota, Kamis (29/9).

Endang pada kesempatan tersebut mengatakan beberapa minggu ini sudah mengupayakan untuk penekanan inflasi dengan memutus jalur logistik (cut off) dalam rangka untuk menangani keseimbangan inflasi di kota Tanjungpinang.

"Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh tim pengendalian inflasi atas upaya bersama melaksanakan kegiatan intervensi secara directly maupun inderect (secara langsung maupun secara tidak langsung) dalam rangka untuk penanganan inflasi," ucapnya.

Menurut data yang dipaparkan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri dan BPS Kota Tanjungpinang, Menjelaskan bahwa Tanjungpinang pada Agustus 2022 mengalami deflasi sebesar 0,54?n IHK kota Tanjungpinang pada akhir tahun 2022 diperkirakan berada pada kisaran 6,75% - 7,15% (yoy). "Beberapa risiko inflasi yang masih perlu diwaspadai sampai akhir tahun antara lain, pengalihan subsidi BBM ke bantuan sosial yang berdampak langsung dan tidak langsung pada kenaikan inflasi, penurunan pasokan bahan pangan sayuran dan ikan segar akibat musim angin utara di perairan wilayah kepri. Disisi lain, kenaikan harga pupuk juga akan mendorong kenaikan harga pangan. Peningkatan tarif angkutan udara sejalan meningkatnya mobilitas masyarakat dan harga avtur serta airport tax serta penyesuaian upah buruh angkutan di pelabuhan berpotensi mendorong biaya logistik, "rincinya.

Sementara itu Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang, Riki Maskudri mengatakan ketersediaan stok beras yang tersedia saat ini di gudang Bulog Tanjungpinang berjumlah 1700 ton untuk beras yang tersebar di Tanjungpinang, Lingga, Sedanau dan juga Ranai. Selanjutnya ada daging beku 1700 Kg dan yang sedang dalam proses persetujuan pengiriman yaitu 7 ton. Kemudian ada minyak goreng, tersisa 16000 liter dan sudah mulai dipasarkan di daerah Tanjungpinang.

Riki juga menambahkan dalam upaya mengatasi inflasi, bulog berupaya untuk melakukan penjualan beras KPSH (Beras Medium) yang dapat dijadikan alternatif bagi masyarakat jika beras premium juga mengalami kenaikan. "Selain itu Bulog juga ikut berpartisipasi dalam operasi pasar, bazar murah, juga dalam monitoring harga bersama satgas pangan, " Jelasnya.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang 

Bagikan postingan ini