Loading...
Pilih Tema
Walikota

Lis Pacu Transformasi Digital, Bangun Ekosistem Digital Perkuat Pendapatan Daerah

Prokompim Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H.,
memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tanjungpinang sekaligus Capacity Building Implementasi Gurindam Pay, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, Jumat (21/8).

Dalam arahannya, Lis menegaskan bahwa transformasi digital harus diwujudkan melalui sistem yang benar-benar digunakan dan memberikan dampak terhadap tata kelola pemerintahan. Digitalisasi tidak boleh berhenti pada pembangunan aplikasi maupun penyediaan perangkat, tetapi harus diikuti dengan integrasi data, perubahan pola kerja dan komitmen seluruh perangkat daerah. “Jangan sampai digitalisasi hanya menjadi rencana. Kita harus memastikan sistem yang dibangun benar-benar digunakan dan memberikan manfaat. Setiap Perangkat Daerah memiliki porsinya masing-masing, karena itu harus memahami perannya dan memiliki komitmen yang sama,” tegasnya.

Lanjut disampaikannya, integrasi sistem juga penting untuk membangun data pemerintahan yang lebih akurat dan terpadu. Data yang terintegrasi akan memudahkan pemerintah dalam mengambil keputusan, melakukan monitoring, sekaligus mengukur capaian pembangunan secara lebih tepat. “Tujuan akhirnya bukan sekadar banyak aplikasi, tetapi bagaimana teknologi dan data itu bisa membantu pemerintah bekerja lebih cepat, efisien dan tepat sasaran, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan sistem digital dalam pengelolaan pendapatan daerah akan mempermudah pemerintah dalam melakukan monitoring terhadap wajib pajak, meningkatkan akurasi data, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan. Optimalisasi potensi pendapatan dimulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, setiap kelurahan perlu memiliki basis data yang akurat mengenai potensi pajak dan sumber-sumber pendapatan lainnya di wilayah masing-masing. “Kelurahan harus memiliki database. Kita harus tahu potensi yang ada di wilayahnya, sehingga dapat dihitung, dipetakan dan dikelola dengan baik,” ujarnya.

Dikatakannya, rencana pengembangan digitalisasi unggulan daerah saat ini masih dalam tahap penyusunan yaitu rencana pencanangan Gurindam Pay sebagai salah satu program unggulan TP2DD Kota Tanjungpinang. Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem transaksi digital yang terintegrasi, khususnya melalui penguatan satu data, satu pembayaran, dan satu monitoring untuk mendukung optimalisasi pendapatan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan konsep tersebut, Gurindam Pay tidak hanya ditempatkan sebagai sarana pembayaran pajak, tetapi sebagai public service platform yang menghubungkan data, pembayaran dan monitoring dalam satu ekosistem digital. “Gurindam Pay ini jangan kita lihat hanya sebagai alat untuk membayar. Yang kita bangun adalah ekosistem. Ada data, tagihan, kanal pembayarannya, penerimaan dan monitoringnya. Semuanya harus saling terhubung,” sebutnya.

Lis mengajak seluruh jajaran untuk membangun komitmen bersama dalam mewujudkan Gurindam Pay sebagai inovasi unggulan daerah. Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada konsistensi, kolaborasi, dan kesungguhan seluruh perangkat daerah dalam menjalankannya. “Inovasi ini, bukan hanya menjadi sebuah sistem tetapi harus memberikan manfaat, memperkuat pendapatan daerah, mempermudah masyarakat, dan mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan transparan,” tutupnya.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini