Loading...
Pilih Tema
Walikota

Lis Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis Siklus Hidup

Prokompim Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memperkuat sistem layanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan yang lebih holistik dan berbasis siklus hidup. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Advokasi dan Pertemuan Koordinasi Sosialisasi Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat Sesuai Siklus Hidup, yang digelar di Hotel Aston, Selasa (5/8).

Kegiatan ini diikuti oleh para tenaga kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan, antara lain RSUD Kota Tanjungpinang, puskesmas, dan puskesmas pembantu, serta para lurah dan camat di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Seluruh peserta diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi masyarakat.

“Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat yang berdampak besar bagi bangsa dan negara, khususnya bagi Kota Tanjungpinang,” ucap Lis dalam sambutannya.

Selain itu, pentingnya enam pilar transformasi sistem kesehatan nasional yang menjadi arah kebijakan Kementerian Kesehatan, yaitu, Transformasi layanan primer, Transformasi layanan rujukan, Transformasi sistem ketahanan kesehatan, Transformasi sistem pembiayaan, Transformasi SDM kesehatan dan Transformasi teknologi kesehatan. "Transformasi ini diarahkan untuk menciptakan sistem kesehatan yang tangguh, merata, dan mampu menghadapi ancaman kesehatan secara berkelanjutan", ujar Lis.

Salah satu prinsip penting dalam transformasi layanan primer adalah pendekatan berbasis siklus hidup, yang mencakup fase kehidupan dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Pendekatan ini memudahkan penyesuaian layanan kesehatan dengan pola hidup dan kebutuhan nyata masyarakat, terutama ibu dan anak. Penataan kelembagaan juga menjadi perhatian utama, seperti optimalisasi fungsi puskesmas, posyandu, serta penguatan jejaring layanan hingga ke tingkat RT dan kelurahan, melalui dashboard pemantauan kesehatan berbasis wilayah.

Lis berharap melalui kegiatan ini diharapkan menjadi ajang koordinasi, kolaborasi dan berbagi pengalaman antar fasilitas layanan kesehatan dan aparatur wilayah dalam pelaksanaan transformasi kesehatan. “Forum ini sangat strategis untuk berbagi praktik terbaik, menggali inovasi pelayanan, dan menyusun solusi bersama dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kesehatan di setiap tahap siklus hidup masyarakat,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, menyampaikan bahwa integrasi layanan primer di Tanjungpinang telah dimulai sejak Agustus 2024, menyusul peluncuran resmi oleh Menteri Kesehatan. “Latar belakang integrasi ini adalah pembelajaran dari pandemi COVID-19. Saat itu, sistem pelayanan kita dianggap belum memadai, terutama dalam penanganan penyakit menular,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini tantangan kesehatan juga semakin kompleks, khususnya terkait penyakit tidak menular seperti kanker dan hipertensi. Oleh karena itu, strategi penanganan kesehatan harus mengedepankan upaya preventif dan promotif agar prevalensi kedua kelompok penyakit ini dapat ditekan. “Alhamdulillah, kita telah berhasil membangun integrasi layanan primer. Diharapkan ke depan sistem ini semakin memperkuat akses layanan di masyarakat, dari aspek promotif hingga kuratif,” harapnya.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini