Loading...
Pilih Tema
Walikota

Lis Buka Ruang Ritel Nasional, UMKM dan Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Prokompim Tanjungpinang - Kehadiran ritel nasional di Kota Tanjungpinang dipastikan tidak sekadar menghadirkan pola belanja modern, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal. Hal itu ditegaskan Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bertema Peran Pemerintah Daerah dalam Mengatur Ekspansi Ritel Nasional, di studio RRI , Selasa (5/5).

Dalam dialog tersebut, Lis menjelaskan, masuknya Indomaret ke Tanjungpinang bukan keputusan yang diambil secara terburu-buru melainkan telah melalui proses pembahasan panjang guna memastikan investasi yang masuk tetap berpihak pada masyarakat tempatan. “Kita menjaga bukan hanya investasi masuk, tetapi bagaimana investasi itu memberi dampak langsung bagi masyarakat lokal,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu syarat utama yang diajukan Pemko Tanjungpinang adalah kewajiban penyerapan tenaga kerja lokal serta keterlibatan produk UMKM dan IKM daerah di dalam jaringan ritel nasional tersebut.

Lis juga meminta agar produk lokal tidak sekadar dipajang di rak penjualan, melainkan ikut dipromosikan agar memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas. “Saat ini sudah ada 11 produk IKM Tanjungpinang yang masuk ke jaringan Indomaret. Ke depan kita ingin lebih banyak lagi produk lokal yang bisa berkembang hingga tingkat nasional,” katanya.

Lis mengungkapkan, tahap awal akan dibuka tiga gerai pada Juni mendatang, masing-masing di kawasan Km 10, Jalan Soekarno Hatta, dan sekitaran Ganet. Selain penyerapan tenaga kerja dan produk lokal, Pemko juga mensyaratkan adanya ruang bagi pelaku kuliner untuk berjualan di area depan gerai. Kebijakan itu dilakukan agar kehadiran ritel modern tetap memberi ruang tumbuh bagi usaha kecil masyarakat.

Lis menilai, masuknya investasi ritel nasional menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya kepercayaan investor kepada Tanjungpinang. "Artinya public trust terhadap iklim investasi di Tanjungpinang cukup baik,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari STIE Pembangunan Tanjungpinang, Satriadi, menilai kehadiran ritel modern dapat menjadi pemacu peningkatan kualitas pelayanan dan manajemen usaha perdagangan di daerah. Pola pelayanan dan standar operasional yang diterapkan ritel nasional dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang lebih kompetitif.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawasan pemerintah agar keberadaan ritel modern tidak mematikan usaha kecil di sekitarnya. “Regulasi dan pengawasan harus kuat, terutama terkait lokasi usaha, penyerapan tenaga kerja lokal, dan pemasaran produk IKM,” ujarnya.

Satriadi turut menambahkan, jika dikelola dengan baik, kehadiran ritel nasional justru dapat menjadi penggerak ekonomi baru tanpa menghilangkan identitas dan kekuatan usaha lokal di Tanjungpinang.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini