Loading...
Pilih Tema
Walikota

Lis Apresiasi Inovasi BRKS Melalui Gagasan Pulau Digitalisasi

Prokompim Tanjungpinang - Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., meresmikan peluncuran QR Code Situs Cagar Budaya, program Tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL), sekaligus menyaksikan penandatanganan MoU EDC Agen Laku Pandai Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Balai Kelurahan Penyengat, Senin (22/9).

?Dalam sambutannya, Lis menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan pelestarian budaya dan penguatan literasi keuangan. Ia menyebut Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan budaya Melayu yang kaya dengan peninggalan berharga dari Kesultanan Riau-Lingga. "Di era digitalisasi, pelestarian budaya tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional. Kita perlu memanfaatkan teknologi modern," ujarnya.

?Lis menjelaskan bahwa melalui gagasan Pulau Digitalisasi, Pulau Penyengat didorong menjadi contoh kawasan budaya yang memanfaatkan teknologi untuk melestarikan warisan sejarah. "Implementasi QR Code Cagar Budaya menjadi salah satu langkah nyata yang memungkinkan masyarakat dan wisatawan mengakses informasi sejarah secara interaktif dan modern. Budaya dan sejarah dapat dikenalkan dengan cara yang lebih informatif, sesuai dengan kebutuhan zaman," tambahnya.

?Selain itu, Lis juga menyambut baik peran BRKS dalam meluncurkan Program Menabung One Day One Thousand yang ditujukan untuk siswa SD 009 dan SMP 009 di Kelurahan Penyengat. Program ini bertujuan menanamkan budaya menabung sejak dini, membangun kedisiplinan finansial, dan meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan pelajar. "Sinergi antara digitalisasi budaya dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pendidikan finansial adalah langkah strategis dalam membangun generasi muda yang cerdas, disiplin, dan berdaya saing," sebutnya.

Lis berharap, melalui inovasi ini menjadi momentum penting bagi Pulau Penyengat untuk semakin kokoh sebagai Pulau Digitalisasi, yang mampu menghadirkan warisan sejarah dan budaya secara lebih modern. "Tidak hanya melestarikan warisan, tetapi juga meningkatkan daya tarik pariwisata. Pulau Penyengat mampu menghadirkan warisan sejarah dan budaya secara lebih modern dan interaktif," pungkasnya.

?Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT. Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda), Helwin Yunus, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan Pemko Tanjungpinang dan seluruh pihak yang mendukung. "Kegiatan ini memiliki makna penting karena mengandung tiga pesan besar, yaitu pelestarian budaya, pendidikan literasi keuangan, dan penguatan ekonomi masyarakat," ungkapnya.

?Helwin mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang memprakarsai pembuatan QR Code di Pulau Penyengat dengan dukungan penuh dari BRKS dan bimbingan Lurah Penyengat. "Inisiatif ini menunjukkan sinergi yang baik antara dunia akademik, pemerintah, dan perbankan," ucapnya.

Ia berharap, QR Code akan menjadi media digital yang efektif untuk memperkenalkan situs bersejarah, sehingga pariwisata Pulau Penyengat semakin berkembang dan dikenal dunia. "Harapan kita, dengan langkah ini, pariwisata Pulau Penyengat semakin berkembang, semakin dikenal, bahkan mendunia," harapnya.

?Pada kesempatan yang sama, BRKS menyerahkan Tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL) dengan setoran minimal Rp1.000 kepada siswa SD dan SMP. Menurutnya, program ini adalah upaya nyata untuk menanamkan budaya menabung sejak dini agar anak-anak belajar disiplin dan mengelola keuangan demi masa depan. Selain itu menyerahkan mesin EDC Merchant dan meluncurkan Agen Laku Pandai di Pulau Penyengat.

Helwin menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. "Dengan adanya Agen Laku Pandai, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk bertransaksi, seperti setor dan tarik tunai, pembukaan rekening, hingga pembayaran," paparnya.

Kehadiran mesin EDC juga diharapkan dapat mendukung ekosistem transaksi non-tunai yang modern dan inklusif.
?Helwin percaya, perpaduan antara pelestarian budaya, peningkatan literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital akan menjadi motor penggerak perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. "Kami berharap dengan sinergi yang baik ini akan membawa berkah dan manfaat yang besar bagi kemajuan perekonomian di Pulau Penyengat," tutupnya.

?Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini