Loading...
Pilih Tema
Walikota

Kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Lis Harapkan Kolaborasi Kesehatan Masyarakat

Prokompim Tanjungpinang - Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H terima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dari Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri, dr. Victor Palimbong M.K.M., AIFO-K, di Kantor Wali Kota, Rabu (3/6).

Pertemuan membahas penguatan kolaborasi kesehatan ibu dan anak juga upaya percepatan penurunan stunting di Kota Tanjungpinang. Lis menyampaikan bahwa capaian penanganan stunting menunjukkan tren positif. Selain itu, angka stunting di Provinsi Kepulauan Riau juga tercatat berada di bawah rata-rata nasional.

Meski demikian, Lis menegaskan masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait pola pengasuhan anak dan kasus anak yang lahir dari pernikahan usia dini. “Edukasi kepada keluarga harus terus diperkuat, karena peran orang tua sangat menentukan tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang telah memberikan intervensi berupa edukasi dan bantuan nutrisi kepada keluarga kategori KRS (Keluarga Risiko Stunting). Selain itu, upaya pemantauan juga dilakukan dengan mengumpulkan dan melakukan penanganan terhadap anak-anak stunting melalui fasilitas puskesmas.

Dalam mendukung percepatan penurunan stunting, Pemko Tanjungpinang juga menyoroti pentingnya perbaikan kondisi sosial dan lingkungan. Terdapat sekitar 1.000 unit rumah tidak layak huni yang menjadi perhatian pemerintah untuk ditangani secara bertahap.
Di sektor pendidikan, anak-anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu diarahkan untuk dapat mengakses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Selain fokus pada penanganan stunting, Lis juga mengingatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular. "Pada bulan Mei tercatat sebanyak 58 kasus malaria di Kota Tanjungpinang. Dan melalui Dinas Kesehatan, telah mengambil langkah pencegahan melalui fogging serta penanganan lingkungan, termasuk pengendalian genangan air," ungkapnya.

Pemko Tanjungpinang juga merencanakan pembangunan rumah lansia di kawasan Taman Pamedan sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia. Sementara itu, bagi warga yang berada di kawasan rawan terdampak, pemerintah tengah mengkaji langkah relokasi ke lokasi yang lebih aman dan layak huni.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Victor Palimbong, menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang. "Pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan BKKBN dalam menurunkan angka stunting melalui pendekatan keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," sebutnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat dalam mewujudkan generasi Tanjungpinang yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini