Ketua GOW Handayani Dorong UMKM Perhatikan Nilai Gizi Produk Makanan
Prokompim Tanjungpinang — Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang, Hj. Handayani, S.E., M.A.P., menghadiri pertemuan rutin bulanan GOW yang disejalankan dengan sosialisasi nilai gizi pada makanan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di Aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Selasa (9/6).
Sosialisasi menghadirkan Ns. Sulistiawati, S.Kep., M.Kep., Kepala Seksi Distribusi dan Pengamanan UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota GOW dan pelaku UMKM mengenai pentingnya kandungan gizi dalam produk makanan yang dipasarkan.
Dalam sambutannya, Ketua GOW Handayani menyampaikan bahwa pertemuan rutin GOW tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga wadah berbagi pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pertemuan rutin seperti ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menambah wawasan anggota GOW melalui materi yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman mengenai nilai gizi perlu menjadi perhatian pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang kuliner. Selain meningkatkan kualitas produk, informasi gizi juga dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen.
“Pelaku UMKM perlu memahami kandungan gizi dalam produk yang mereka hasilkan. Selain meningkatkan kualitas produk, hal ini juga menjadi bentuk tanggung jawab kepada konsumen,” tuturnya.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat mendorong pelaku UMKM untuk menghasilkan produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga sehat dan aman dikonsumsi.
“Melalui diskusi ini, kami berharap para pelaku UMKM semakin sadar akan pentingnya penyajian informasi gizi sehingga produk yang dihasilkan lebih berkualitas, sehat, dan berdaya saing,” harapnya.
Sementara itu, Sulistiawati menjelaskan bahwa nilai gizi merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengolahan makanan karena berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.
“Pemenuhan gizi yang baik berawal dari pemilihan bahan pangan yang tepat dan proses pengolahan yang benar. Karena itu, pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menyediakan makanan yang aman dan bergizi,” jelasnya.
Dikatakannya, informasi nilai gizi tidak hanya dibutuhkan konsumen, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya saing produk UMKM di pasaran.
“Informasi nilai gizi bukan hanya menjadi kebutuhan konsumen, tetapi juga dapat meningkatkan nilai jual produk dan memperkuat daya saing UMKM di tengah persaingan pasar,” tambahnya.
Ia mengajak para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan pengetahuan mengenai keamanan pangan dan gizi sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan masyarakat.
“Kami berharap para pelaku UMKM dapat menerapkan prinsip keamanan pangan dan memperhatikan nilai gizi dalam setiap produk yang dihasilkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang