Loading...
Pilih Tema
Tanjungpinang

Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Endang Akan Perkuat Satgas Ketahanan Pangan

Prokompim Tanjungpinang — Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah S.Kp., M.Si mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi di Daerah, bersama Kementerian Dalam Negeri dan Menko Kemaritiman dan Investasi secara virtual dari ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota, Selasa (30/08).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku pimpinan rapat menyampaikan Indonesia ikut berdampak dan menghadapi krisis kesehatan sejak pandemi Covid-19. “Tetapi perlu disyukuri karena Indonesia termasuk negara yang dapat mengendalikan Covid-19 dan survive secara ekonomi, karena seluruh kepala daerah berada pada persoalan yang sama yaitu target dalam menghadapi pandemi yaitu dapat mengendalikan pandemi dengan berbagai indikatornya yang berdampak menurunnya kasus tersebut di bawah standart," tuturnya.

Lanjut disampaikannya, angka inflasi nasional saat ini adalah 4,94% dimana melebihi sasaran aktual. "Sejak bulan Januari sampai dengan bulan Juli 2022 terjadi peningkatan inflasi di negara kita. Kali ini kita sudah melewati ambang batas yaitu 4,94 %. Untuk itu, kita harus stabilkan kembali angka inflasi agar ekonomi tumbuh," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam paparannya mengatakan berbagai capaian indikator makro ekonomi Indonesia sampai dengan semester I tahun 2022 ini menunjukan adanya perbaikan sampai dengan semester II tahun 2022. "Kita harus terus berupaya bersama-sama menjaga inflasi. Perlu waspada terhadap kenaikan harga komoditas bergejolak, komoditas yang diatur oleh pemerintah serta komoditas energi dan pangan yang diimpor. Jangan sampai terjadi kenaikan inflasi yang tidak terkendali oleh negara kita. Karena akan berpengaruh kepada daya beli dan tingkat kemiskinan," pungkasnya.

Usai kegiatan, menindaklanjuti rapat koordinasi tersebut Endang mengatakan akan memperkuat satgas ketahanan pangan dan membuat struktur organisasinya di Kota Tanjungpinang. "Satgas ketahanan pangan tersebut melibatkan peran aktif dari Perangkat Daerah terkait, Bank Indonesia, BPS, juga TNI/Polri,” jelas Endang.

Ditambahkannya, inflasi sebagai salah satu indikator tingkat kemajuan negara. “Untuk itu harus terus dijaga pada tingkat yang rendah dan stabil untuk dapat memberikan cukup stimulus pada sisi produksi, dunia Usaha dan tidak memberikan tekanan yang besar kepada konsumen. Demi menjaga kestabilan ekonomi tersebut, Pemko Tanjungpinang akan membuat struktur organisasi satgas ketahanan pangan dengan menerapkan sasaran slogan 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Komunikasi Efektif," pungkasnya.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang 

Bagikan postingan ini