Haul dan Istighotsah, Lis Ajak Berbenah Hati dan Menjaga Warisan Budaya
Prokompim Tanjungpinang – Bentuk syukur sempena Milad ke-242 Tanjungpinang, Pemerintah Kota Tanjungpinang melaksanakan Haul dan Istighotsah bersama seluruh masyarakat. Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H dan jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta tokoh agama, berdoa bersama, di Masjid Besar Al-Uswah, Selasa (6/1) malam.
Haul dan Istighotsah dimaknai sebagai momentum muhasabah, untuk merenungi perjalanan panjang Kota Tanjungpinang serta mengenang jasa para ulama, umara, dan tokoh masyarakat yang telah meletakkan dasar peradaban kota yang berakar pada nilai-nilai agama, budaya, dan kebersamaan.
Lis mengatakan, peringatan Milad ke-242 Tanjungpinang bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan menjadi ruang spiritual untuk memanjatkan doa dan harapan agar Tanjungpinang senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
“Melalui Haul dan Istighotsah ini, kita bersama-sama memohon ampunan, rahmat, serta pertolongan Allah SWT agar Kota Tanjungpinang selalu diberkahi, dijauhkan dari segala bala dan musibah, serta diberikan kekuatan untuk terus berbenah dan melangkah maju,” ujarnya.
Tema Berbenah Hati, Membangun Budi, Melestarikan Budaya dan Tradisi, mengandung pesan yang sangat mendalam bagi seluruh elemen masyarakat. "Berbenah hati merupakan ajakan untuk melakukan muhasabah diri, membersihkan niat, serta memperbaiki hubungan dengan pencipta dan sesama manusia. Dari hati yang bersih, akan lahir sikap jujur, ikhlas, tawadhu, serta tanggung jawab dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat," ungkap Lis.
Lanjut disampaikannya, membangun budi dimaknai sebagai upaya meneguhkan akhlak mulia, adab, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. "Budi pekerti yang luhur menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial, memperkuat kerukunan, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dan peduli di tengah keberagaman masyarakat Kota Tanjungpinang," tambahnya.
Lis juga menekankan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi sebagai ikhtiar bersama dalam menjaga warisan leluhur yang sarat nilai kearifan lokal, nilai keagamaan, serta jati diri Melayu yang religius. "Budaya dan tradisi bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber nilai dan pedoman dalam menata kehidupan masa kini dan masa depan," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lis turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Majelis Zikir Daarul Wafa Kepulauan Riau yang telah menginisiasi dan berperan aktif dalam membantu terselenggaranya kegiatan Haul dan Istighotsah tersebut.
“Kami berharap seluruh ikhtiar, tenaga, waktu, dan pengorbanan yang diberikan dicatat sebagai amal ibadah serta menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.
Lis juga mengajak seluruh jamaah untuk menata niat, memperbanyak doa dan zikir, serta meningkatkan kepedulian melalui infaq dan sedekah sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meneguhkan nilai keimanan, kebersamaan, dan keberkahan di Kota Tanjungpinang.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Haul dan riwayat ulama serta umara Kota Tanjungpinang yang disampaikan oleh Ust. Mhd Munirul Ikhwan, S.Pd., M.Ag. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Istighotsah dan Tahlil Bersama yang dipimpin oleh KH. Sunarjo, S.Ag., M.H.I., selaku Pimpinan Majelis Zikir Daarul Wafa Kepulauan Riau.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap pada usia ke-242 ini, Kota Tanjungpinang semakin religius, rukun, berbudaya, dan masyarakatnya senantiasa hidup dalam keberkahan.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang