Loading...
Pilih Tema
Walikota

Hasilkan Manfaat Ekonomi, Lis Tertarik Konsep Waste to Money

Prokompim Tanjungpinang - Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banyumas untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah, pada Rabu (13/5).

Pemkab Banyumas telah mengembangkan konsep pengelolaan sampah yang tidak hanya menekan volume limbah namun sekaligus menciptakan nilai tambah secara ekonomi, yang dikenal dengan waste to money.

Dengan konsep ini, sampah dari hulu dipilah dan diolah di TPS3R/TPST oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Residu yang dihasilkan oleh KSM kemudian diantar ke TPST BLE dengan berbayar. Melalui teknologi sederhana setiap harinya menghasilkan Valuable anorganik, dikelola menjadi magot untuk pakan ternak, porolisis, paving blok dan RDF. Sehingga menjadi sumber pendapatan yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung biaya operasional dan kesejahteraan masyarakat yang bekerja.

Terkait hal itu, Lis menyatakan ketertarikan terhadap konsep waste to money yang diterapkan karena mampu menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung. "Pengelolaan sampah tidak cukup hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan konsep ini, sampah diolah menjadi sumber pendapatan yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung biaya operasional pengelolaan sampah," ucapnya.

Menurut Lis, keberhasilan Pemkab Banyumas mengelola persoalan sampah menjadi potensi ekonomi melalui teknologi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dapat menjadi referensi untuk pengembangan sistem serupa di Kota Tanjungpinang. "Dengan sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan, juga sekaligus bernilai ekonomi bagi masyarakat," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Lis berkesempatan melihat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas yang menjadi salah satu contoh transformasi pengelolaan sampah modern yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular. Pemanfaatan teknologi dalam mengurangi volume sampah serta menghasilkan produk turunan yang bernilai guna.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini