Loading...
Pilih Tema
Wakil Walikota

Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa, Wawako Ariza Sebut Jadi Ruang Edukasi

 

Prokompim Tanjungpinang – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., menghadiri groundbreaking pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional, di Pulau Penyengat, Kamis (24/9).

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan kebahasaan yang penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian,   Ia mengatakan bahwa Pulau Penyengat memiliki posisi penting karena menjadi salah satu pusat perkembangan tradisi intelektual dan kesusastraan Melayu. Nama Raja Ali Haji beserta karya-karyanya, seperti Gurindam Dua Belas dan karya kebahasaan lainnya, menjadi bagian dari jejak sejarah yang penting untuk dipelajari.

“Dengan adanya museum ini, kita bisa mencari jejak sejarah secara lebih sistematis. Bukan hanya untuk mengenang para leluhur, tetapi juga untuk mengajarkan kepada generasi muda mengenai bagaimana perjalanan bahasa Melayu kemudian menjadi bahasa Indonesia,” ujarnya.

Tito mengapresiasi inisiatif pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional tersebut. Menurutnya, fasilitas itu diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Pulau Penyengat dan wisatawan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat Indonesia untuk memahami sejarah bahasa persatuan.
Ia juga berharap pembangunan dan pengelolaan Museum dan Monumen Bahasa Nasional dapat terus dilanjutkan secara berkesinambungan oleh pemerintah pada masa mendatang sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Ini bukan hanya untuk masyarakat Pulau Penyengat, tetapi juga untuk bangsa Indonesia dan rumpun Melayu yang berada di Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan wilayah lainnya. Museum dan monumen ini dapat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan dan memperkuat pemahaman tentang sejarah rumpun Melayu,” katanya.

Usai kegiatan, Wawako Ariza menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional. Menurutnya, kehadiran Museum dan Monumen Bahasa Nasional akan semakin memperkuat identitas Pulau Penyengat sebagai kawasan sejarah dan budaya, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata Kota Tanjungpinang.

Wawako Ariza berharap pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat literasi sejarah dan budaya, serta menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat sejarah bahasa, sastra, dan peradaban Melayu yang berkembang di Pulau Penyengat.

“Ini menjadi momentum penting bagi Pulau Penyengat dan Kota Tanjungpinang. Kita berharap museum dan monumen ini nantinya tidak hanya menjadi bangunan, tetapi benar-benar menjadi tempat masyarakat belajar dan mengenal sejarah serta warisan bahasa dan budaya yang kita miliki,” harapnya.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini