FGD bersama Forkopimda, Sekda Zulhidayat Tekankan Sinergi Jaga Stabilitas dan Keamanan
Prokompim Tanjungpinang – Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut., M.M., membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran Forkopimda dalam rangka persiapan dan antisipasi perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan dilaksanakan di Nite and Day Laguna Bintan, Jumat (13/3).
Dalam forum tersebut dibahas berbagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi momentum Hari Raya Idul Fitri, mulai dari pengamanan, stabilitas harga bahan pokok, hingga kesiapsiagaan layanan kesehatan dan transportasi masyarakat.
Sekda Zulhidayat menyampaikan bahwa menjelang Idul Fitri biasanya terjadi berbagai dinamika sosial di masyarakat, seperti arus mudik, perayaan malam takbiran, hingga peningkatan aktivitas ekonomi yang berdampak pada lonjakan permintaan kebutuhan pokok.
“Momentum Idul Fitri selalu diiringi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi serta peningkatan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan dan koordinasi yang matang dari seluruh pihak agar situasi keamanan, ketertiban, dan stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama periode libur dan perayaan Idul Fitri.
“Kunci keberhasilan dalam menjaga kondusivitas daerah adalah sinergi. Pemerintah daerah bersama Forkopimda, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat harus terus memperkuat koordinasi demi memastikan perayaan Idul Fitri berjalan aman, nyaman, dan lancar,” tambahnya.
Ditambahkannya, Pemerintah Daerah akan terus memastikan seluruh perangkat dan instansi terkait bekerja secara maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat selama momentum Idul Fitri.
“Melalui forum ini kita ingin memastikan seluruh unsur Pemerintah dan stakeholder terkait memiliki persepsi yang sama dalam menghadapi Idul Fitri. Dengan koordinasi yang kuat dan langkah yang terencana, kita berharap masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan aman, tertib, dan penuh kenyamanan,” pungkasnya.
Dalam FGD tersebut juga dipaparkan kondisi ekonomi masyarakat menjelang Idul Fitri. Tercatat inflasi di Kota Tanjungpinang berada pada angka 5,83 persen (year on year). Meski demikian, aktivitas jual beli di masyarakat dinilai masih cukup kuat dan selaras dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional, yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung kelancaran perayaan Idul Fitri, di antaranya melalui pelaksanaan Operasi Ketupat sebagai operasi pengamanan nasional. Operasi ini meliputi penyiapan pos pengamanan, pos pelayanan, hingga dukungan layanan kesehatan.
Selain itu, pengaturan arus lalu lintas juga menjadi perhatian utama guna memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman dan lancar, terutama pada jalur-jalur yang diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan.
Dalam mendukung stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting), pemerintah daerah juga akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau selama meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri.
Dari sisi transportasi dan mobilitas masyarakat, sejumlah pos pengamanan juga akan disiapkan di beberapa titik strategis, seperti Bandara Raja Haji Fisabilillah, Pelabuhan Sri Bintan Pura, kawasan Ramayana, serta Simpang Lampu Merah Batu 10. Selain itu, satu pos pelayanan juga disiagakan di Terminal Sei Carang untuk mengantisipasi lonjakan penumpang bus rute Tanjungpinang–Uban.
Untuk mendukung mobilitas penyeberangan, kebutuhan transportasi RORO juga akan disiapkan, bahkan penambahan armada akan dilakukan apabila terjadi lonjakan penumpang selama periode pelayanan yang direncanakan mulai 14 Maret hingga H+7 Idul Fitri.
Sementara itu, dari sektor kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi libur panjang Idul Fitri. Rumah sakit akan tetap menyiagakan layanan IGD, PONEK, ICU, dan rawat inap selama 24 jam, termasuk memastikan ketersediaan obat-obatan serta kesiapan tenaga medis.
PMI Kota Tanjungpinang bersama RSUD Raja Ahmad Tabib juga memastikan ketersediaan stok darah selama masa libur dan cuti bersama. Puskesmas di wilayah Kota Tanjungpinang juga tetap menyiagakan layanan piket selama periode libur, dengan Puskesmas Kampung Bugis yang tetap membuka layanan IGD, persalinan, dan ambulans selama 24 jam.
Melalui forum FGD ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan, sekaligus memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang