Endang Diskusi Bersama Narasumber Stunting
Prokompim Tanjungpinang - Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah, S.Kp, M.Si yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) berdiskusi bersama narasumber stunting Tanjungpinang, di ruangan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (22/1).
Neti Nilawati, S.Pd selaku ketua mengatakan saat ini sebanyak 11 orang utusan Tanjungpinang tengah mengikuti diklat Pelatih Calon Pelatih (PCP) program penurunan stunting yang diadakan oleh Kemenristekdikti, dan saat ini melaksanakan tugas mandiri di lapangan.
“Kami ingin memperkenalkan keberadaan kami saat ini baru selesai menegikuti PCP diklat dasar program percepatan penurunan stunting dari Kemenristekdiki, dan sedang menjalani tugas mandiri yang diharapkan bisa ikut andil di kegiatan-kegiatan program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting,” terangnya.
Ia juga mengatakan bahwa PCP program percepatan penurunan stunting ingin berkolaborasi dengan Pemko Tanjungpinang.
“Kedepan kami ingin bersinergi dan terlibat dalam program Pemko Tanjungpinang dalam percepatan penurunan stunting. Insya Allah sebentar lagi kami mendapatkan sertifikat, untuk itu kami siap mendampingi sosialisasi atau kegiatan yang berkaitan dengan stunting,” ujarnya.
Menyambut baik kedatangan ibu-ibu yang sedang mengikuti PCP program percepatan penurunan stunting tersebut, Endang mengharapkan keberadaan para narasumber stunting ini akan sangat membantu program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting.
“Kita akan sangat terbantu dengan adanya narasumber ini, silakan nanti dirumuskan dan dikonsepkan dulu kegiatan seperti apa yang akan dilaksanakan, terutama jika ada inovasi baru dalam upaya percepatan penurunan stunting,” tuturnya.
Lebih lanjut Endang menjelaskan program yang telah dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Komponen utama yang selalu kita lakukan adalah komunikasi, informasi, dan edukasi, salah satu upaya yang telah dilakukan adalah berusaha mencari mitra dengan adanya orang tua asuh khususnya untuk baduta yang statusnya stunting akut, namun untuk yang terindikasi kita tetap harus melakukan intervensi,” terangnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang