Loading...
Pilih Tema
Tanjungpinang

Endang Bersyukur Jumlah Kasus Stunting Terus Menurun

Prokompim Tanjungpinang - Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah S.Kp, M.Si memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Terkait Keluarga Berisiko Stunting bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kelurahan Tanjung Unggat, yang dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Tanjung Unggat, Kamis (3/8).

Endang mengapresiasi Tim Pendamping Keluarga Kelurahan Tanjung Unggat atas kerja keras dan upaya menurunkan angka stunting dan risiko stunting. “Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang sangat berterima kasih atas peran TPK yang sangat luar biasa dalam memberikan bimbingan pola asuh, karena anak yang diasuh dengan pola asuh yang baik akan berdampak pada tumbuh kembang yang baik. Alhamdulillah berkat usaha tersebut, semakin hari semakin menurun jumlah kasus stunting di wilayah kelurahan Tanjung Unggat karena adanya upaya dalam setiap bulannya melakukan evaluasi dengan memberikan intervensi kepada baduta yang mulai ada progres pada kenaikan tinggi badan dan berat badan," ungkapnya.

Lebih lanjut, untuk memastikan data keluarga beresiko stunting, Endang mengajak TPK kelurahan Tanjung Unggat melakukan survei ke rumah keluarga yang beresiko stunting. "Kita lihat langsung kondisi anak yang beresiko stunting, apakah memenuhi indikator untuk masuk kategori berisiko. Dengan mendatangi langsung dapat memastikan jumlah data dari BKKBN dengan kondisi dilapangan apakah sesuai,” lanjut Endang.

Endang berharap kepada seluruh tim percepatan stunting untuk terus bersemangat dan optimis terhadap penurunan jumlah stunting sesuai target pemerintah pusat. “Terus lakukan koordinasi bersama dinas kesehatan, puskesmas, posyandu dan TPK untuk memantau pertumbuhan balita di wilayah kita," pungkasnya.

Sementara itu, Santi Darmita, SE selaku Penyuluh KB Kecamatan Bukit Bestari menyampaikan bahwa jumlah keluarga berisiko stunting di kelurahan Tanjung Unggat untuk Pasangan Usia Subur (PUS) itu sekitar 1.594 dan untuk keluarga sasaran berisiko stunting adalah baduta, balita dan ibu hamil sekitar 450 KS. “Dari 450 keluarga sasaran tersebut, yang berisiko stunting sekitar 279 untuk wilayah Tanjung Unggat setelah diverifikasi berdasarkan Pendataan Keluarga 2021,” jelasnya.

Selain itu, untuk bantuan makanan kepada 8 orang anak yang sudah terindikasi stunting sudah memasuki bulan kedua. “Bantuan ini dananya bersumber dari BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting) yang merupakan iuran yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan yang disalurkan langsung melalui makanan tambahan ke balita-balita stunting yang dimana jumlah balita stunting yang dibantu untuk kelurahan Tanjung Unggat ada 8 orang anak dan memasuki bulan kedua ini rencananya akan memasak makanan tambahan secara mandiri," pungkasnya.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang 

Bagikan postingan ini