Loading...
Pilih Tema
Sekretaris Daerah

Dukung GWB, Sekda Zulhidayat Imbau Kesadaran Masyarakat Menjaga Lingkungan

Prokompim Tanjungpinang - Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut dukung kegiatan aktivasi Gerakan Wisata Bersih (GWB) bersama masyarakat yang diinisiasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Bersama jajaran Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri, gotong royong dilaksanakan di Pulau Penyengat, Rabu (30/7).

Pulau Penyengat merupakan salah satu ikon pariwisata sejarah dan budaya Melayu di Kepulauan Riau dan menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih (GWB) ke-11. Program nasional yang telah dilaksanakan diberbagai daerah sepanjang tahun ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan strategi memperkuat destinasi wisata berbasis budaya dan lingkungan. Pulau Penyengat dipilih karena nilai historisnya sebagai pusat sejarah dan spiritualitas Melayu di Indonesia.

Sekda Zulhidayat mengapresiasi karena terpilihnya Tanjungpinang sebagai lokasi pelaksanaan GWB. Ia berharap gerakan ini dapat membangkitkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan terutama di kawasan wisata unggulan seperti Pulau Penyengat. “Kebersihan itu salah satu tolok ukur utama sebuah destinasi bisa diminati. Program ini harus menjadi pemicu semangat kita bersama untuk menjaga Tanjungpinang tetap bersih, terutama di Pulau Penyengat,” ucapnya.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Transformasi Digital dan Inovasi, Masruroh yang hadir membuka kegiatan, mengapresiasi komitmen Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang dalam pengembangan sektor pariwisata, khususnya di Pulau Penyengat. “Pulau Penyengat bukan hanya destinasi, tapi juga pusat nilai budaya dan spiritualitas Melayu. Komitmen daerah dalam menjaga dan mengembangkan kawasan ini sangat penting bagi masa depan pariwisata nasional,” katanya.

Sebagai warisan Kesultanan Riau-Lingga, Pulau Penyengat memegang posisi penting dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya Melayu. Pemerintah Pusat bersama daerah tengah mendorong penguatan kawasan ini melalui pembangunan dermaga terpadu, peningkatan konektivitas transportasi laut, serta kolaborasi multipihak antara pelaku wisata, pengelola situs budaya, dan masyarakat.

Ditambahkanya, GWB juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem wisata yang berkelanjutan dan inklusif. “Pariwisata yang bersih adalah pariwisata yang bermartabat. Kebersihan bukan sekadar indikator layanan, tetapi cerminan peradaban dan karakter bangsa. GWB harus tumbuh sebagai budaya, bukan sekadar agenda tahunan,” ujarnya.

Kegiatan turut dirangkai dengan penyerahan alat kebersihan kepada perwakilan komunitas, sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini