Diskusi Publik HUT Bhayangkara ke-80, Wawako Ariza Dorong Kolaborasi Lindungi Fasilitas Umum
Prokompim Tanjungpinang — Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., menghadiri Diskusi Publik bertema “Maraknya Kejahatan Fasilitas Umum, Strategi Integratif Menjaga Aset Publik” yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah Kepulauan Riau bersama Pusat Studi Kepolisian Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sempena Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang terpusat di Kota Batam tersebut diikuti secara daring dari Rupatama Wicaksana Laghawa Polresta Tanjungpinang, Selasa (23/6).
Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kejahatan terhadap fasilitas umum memang bukan termasuk kejahatan luar biasa, namun dampak yang ditimbulkan sangat luas karena menyasar aset yang digunakan masyarakat setiap hari.
“Kerusakan atau hilangnya fasilitas umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayanan publik. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan investasi yang terus meningkat di Kepulauan Riau perlu diimbangi dengan upaya perlindungan terhadap fasilitas publik dan objek vital agar tercipta rasa aman bagi masyarakat maupun dunia usaha.
“Keamanan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung iklim investasi. Fasilitas publik yang terjaga dengan baik akan memberikan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat serta pelaku usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan harus menyentuh akar persoalan agar kasus serupa tidak terus berulang di kemudian hari.
“Yang perlu dicari bukan hanya pelakunya, tetapi juga faktor-faktor yang menyebabkan kejahatan tersebut terus terjadi. Dengan begitu, solusi yang dihasilkan akan lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Wawako Ariza menyambut baik pelaksanaan diskusi publik sebagai ruang bersama dalam merumuskan strategi perlindungan aset publik yang lebih efektif.
“Fasilitas umum merupakan aset yang dibangun untuk menunjang kehidupan masyarakat. Karena itu, upaya menjaga dan merawatnya harus menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang terus berupaya meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan aset daerah, namun dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutannya.
“Kesadaran masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Semakin tinggi kepedulian terhadap aset publik, semakin kecil pula potensi terjadinya kerusakan maupun tindak kejahatan,” tegasnya.
Wawako Ariza berharap diskusi yang digelar dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan di daerah guna memperkuat perlindungan terhadap fasilitas umum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui forum ini, kami berharap lahir rekomendasi yang dapat diterapkan sebagai langkah nyata memperkuat perlindungan terhadap fasilitas umum dan aset publik di daerah,” pungkasnya.
Diskusi publik ini menjadi wadah bertukar gagasan dan merumuskan langkah strategis dalam mencegah tindak kejahatan terhadap fasilitas umum yang belakangan menjadi perhatian karena berdampak langsung terhadap pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta kenyamanan masyarakat. Kegiatan menghadirkan narasumber dari unsur kepolisian, pemerintah, dan akademisi untuk membahas persoalan tersebut dari berbagai perspektif.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang