Bimtek Tim Pembina Posyandu, Lis Harap Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan Kader
Prokompim Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., buka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan, yang diikuti 145 kader Posyandu se-Kota Tanjungpinang. Kegiatan dilaksanakan di Trans Convention Center Aston, Selasa (14/7).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, beserta jajaran perangkat daerah, serta tenaga kesehatan.
Dalam sambutannya, Lis menyampaikan bahwa melalui bimtek ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tim pembina Posyandu. "Agar mampu mendukung pengelolaan Posyandu yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan," ujarnya.
Dikatakannya, Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang memiliki peran penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama melalui pendekatan promotif dan preventif. "Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, perbaikan gizi, imunisasi, hingga berbagai program kesehatan lainnya. Karena itu, keberadaan Posyandu harus terus diperkuat," katanya.
Selain itu, seiring dengan transformasi layanan kesehatan primer dan implementasi Posyandu Era Baru, peran Posyandu tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga. "Oleh sebab itu, dibutuhkan Tim Pembina Posyandu yang memiliki pemahaman, kemampuan, serta komitmen yang kuat dalam melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Posyandu," jelasnya.
Lis mengajak seluruh kader untuk memanfaatkan bimbingan teknis sebagai ruang berbagi pengalaman, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membangun sinergi dalam mewujudkan Posyandu yang aktif, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan semata. Dibutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat. Karena itu, kader Posyandu dan Tim Pembina Posyandu merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," tegasnya.
Selain pembangunan sumber daya manusia, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga terus memperkuat upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan lingkungan yang sehat dan layak huni. Salah satunya melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni. "Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Tanjungpinang menargetkan rehabilitasi sebanyak 589 unit rumah tidak layak huni. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang sehat, karena kesehatan masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh pelayanan kesehatan, tetapi juga oleh kondisi tempat tinggal yang layak," ujarnya.
Lis berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing dengan menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin sekaligus mendukung percepatan pencapaian berbagai indikator kesehatan di Kota Tanjungpinang. Serta mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan Posyandu, memahami kebijakan serta regulasi terbaru, sekaligus mampu mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan dan menyusun solusi yang tepat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP Posyandu Weni turut menyoroti pentingnya penguatan kapasitas kader Posyandu, tidak hanya dari sisi teknis pelayanan kesehatan, tetapi juga kemampuan komunikasi dan konseling kepada masyarakat. "Kader Posyandu harus terus meningkatkan kapasitasnya, baik dalam teknik komunikasi, kemampuan memberikan konseling kepada masyarakat, maupun dalam melakukan edukasi kesehatan. Dengan kemampuan tersebut, kader akan semakin efektif mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu secara optimal," ungkapnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang