Loading...
Pilih Tema
Tanjungpinang

Bersama Tim pakar Audit Stunting, Endang Tinjau Anak Stunting di Wilayah Puskesmas Mekar Baru

Prokompim Tanjungpinang - Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah S.Kp., M.Si melaksanakan peninjauan ke salah satu rumah warga yang memiliki anak dengan kondisi stunting, di Kampung Bangun Rejo, Kamis (08/12).

Dalam kesempatan tersebut, Endang menyampaikan bahwa permasalahan stunting juga merupakan fokus utama bagi Pemko Tanjungpinang saat ini. "Kita tidak bisa lengah lagi dalam hal penanganan stunting ini. Ada target yang harus kita kejar agar terjadi penurunan kasus stunting di Kota Tanjungpinang. Kami yakin dan percaya kasus stunting ini akan menurun jika adanya kerja sama yang baik dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting dan juga dinas terkait," ucap Endang.

Selain itu, Endang mengatakan untuk memberi asupan gizi dari anak stunting ini juga perlu diperhatikan kadar kebutuhan dari mereka agar tepat sasaran dan mencapai tujuan yang kita inginkan. "Bekerja sama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting, Alhamdulillah dari orang tua asuh stunting di masing-masing kelurahan telah memberikan makanan sehat yang diantar langsung ke rumah setiap paginya. Dengan begitu semoga dapat membantu selera makan, melengkapi kebutuhan gizi anak dan juga menambah bobot berat badan serta panjang badannya," tutur Endang.

Ibu Ida selaku orang tua mengatakan bahwa saat ini anaknya sudah berusia 23 bulan dengan berat badan 6,6 kg. "Ini anak pertama kami dan lahir sudah hampir cukup bulan tetapi dengan berat yang kurang yaitu 2,2 kg. Alhamdulillah sejak 2 minggu lalu sudah ada penambahan berat badan dari 5,9 kg menjadi 6,6 kg dan tinggi bertambah 0,3 cm," ucap Ida.

Dalam kesempatan tersebut, Ida juga mengucapkan terima kasih kepada Pemko Tanjungpinang dalam hal ini atas kepedulian pemerintah terhadap kasus anak stunting. "Terima kasih kami ucapkan kepada Pemko Tanjungpinang atas kepedulian dan cepat tanggap dengan adanya kasus stunting yang menimpa keluarga kami. Setelah menjalani perawatan oleh Dokter, fahri dinyatakan terdapat flek di paru2, ada masalah di jantung, dan baru kemarin di rontgen dengan hasil hernia ingiunalis. Insyaallah dengan surat rujukan yang kami dapat, minggu depan kami akan membawa anak kami untuk tahapan pengobatan berikutnya di Rumah Sakit Awal Bros Batam. Mohon do'a agar anak kami dapat tumbuh dengan baik sesuai harapan dan cepat ditangani," tutur Ida.

Terkait hal tersebut, Tim pakar audit kasus stunting dr. Dwi Lestari Avianti Sp.A menambahkan bahwa bekerja sama dengan TPPS kami akan pantau terus perkembangan anak stunting. "Saat ini berat badan anak memang masih kurang dengan usianya yang sudah 23 bulan seharusnya normal BB 9,5 kg. Tetapi kami yakin dan percaya dengan tetap bekerja sama yang baik masalah stunting ini akan teratasi dengan cepat," ucap Avi.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Puskesmas Mekar Baru, Lurah Batu 9, Ketua dan kader TP-PKK Kelurahan Batu 9, Ketua RT, RW setempat.

Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang

Bagikan postingan ini