Audiensi WRI, Wawako Ariza Sambut Kolaborasi Perkuat Ketahanan Air
Prokompim Tanjungpinang – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., terima kunjungan dari World Resource Institute (WRI) Indonesia, di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota, Kamis (8/10).
Dalam kesempatan itu, Direktur Program untuk Pangan, Lahan, dan Air WRI Indonesia, Tomi Haryadi, menjelaskan bahwa WRI Indonesia merupakan organisasi riset independen dan nirlaba yang bekerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga multilateral, serta kelompok masyarakat sipil untuk mengembangkan solusi praktis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.
“Khusus dalam bidang ketahanan air, WRI Indonesia mendorong pengelolaan sumber daya air secara terpadu yang mencakup air permukaan, air tanah, kuantitas, dan kualitas air. Pendekatan tersebut dilakukan melalui solusi berbasis alam yang disesuaikan dengan kondisi lokal dan didukung analisis risiko air,” jelasnya.
Terkait rencana program yang akan dikolaborasikan di Kota Tanjungpinang, Ia menyampaikan bahwa penguatan ketahanan air menjadi salah satu fokus WRI Indonesia. Untuk mendukung upaya tersebut, WRI Indonesia menggandeng LooLa melalui program Safe Water Garden yang diarahkan untuk membantu masyarakat dalam pengelolaan air dan sanitasi.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga memastikan manfaat intervensi dapat diukur secara nyata.
Pengukuran dilakukan melalui pendekatan volumetric water benefit, yakni dengan menghitung volume air yang berhasil ditangani, diolah, dan dikelola melalui intervensi yang dilakukan, sekaligus melihat manfaat yang dihasilkan terhadap sumber daya air dan masyarakat.
“Jadi, yang ingin kita ukur bukan hanya kegiatannya, tetapi dampaknya. Berapa banyak air yang ditangani, berapa volume air yang berhasil dikelola, dan manfaat apa yang dihasilkan dari program tersebut,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wawako Ariza menyambut baik rencana kolaborasi yang ditawarkan WRI Indonesia bersama LooLa. Ia mengatakan, isu lingkungan dan pengelolaan air merupakan bagian penting dalam pembangunan kota, terlebih bagi Tanjungpinang yang memiliki karakteristik wilayah pesisir.
"Kolaborasi dengan lembaga yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan sumber daya air dan pemberdayaan masyarakat perlu dimanfaatkan untuk memperkuat program yang telah dilakukan pemerintah daerah," ucapnya.
Ia menambahkan, pendekatan terhadap isu lingkungan saat ini juga semakin berkembang. Tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan konservasi, tetapi juga mencakup kesehatan lingkungan, sanitasi, pengelolaan air, serta pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan Safe Water Garden dapat menjadi salah satu peluang untuk dikembangkan di Tanjungpinang dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Kita berharap melalui tim WRI Indonesia, dapat mengidentifikasi apa saja yang dapat diambil manfaatnya dan dikolaborasikan bersama. Program seperti ini memang kelihatannya sederhana, tetapi untuk membangun kolaborasi dan memastikan masyarakat memahami manfaatnya tentu membutuhkan proses,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan sarana dan infrastruktur, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
Untuk itu, ia berharap masyarakat nantinya dapat memahami manfaat program sehingga memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutannya.
“Yang kita harapkan adalah masyarakat sendiri menyadari manfaat dari program ini. Dengan begitu, apa yang kita lakukan bersama tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi dapat memberikan dampak yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama membahas potensi kolaborasi dalam penguatan ketahanan air, pengelolaan air dan sanitasi berbasis masyarakat, penerapan program Safe Water Garden, serta pengukuran manfaat pengelolaan air melalui pendekatan volumetric water benefit.
Turut hadir Direktur Program untuk Pangan, Lahan, dan Air WRI Indonesia Tomi Haryadi; Analis Sumber Daya Air WRI Indonesia Ria Verensia; Dr. Marc van Loo, Jaya Putra, dan Elyas Purlolon dari LooLa Eco Adventure Resort; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang Ahmad Yani; serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang