Audiensi DPD Distrik Berisik, Lis Ajak Bangun Gerakan Pemuda dengan Program Berdampak
Prokompim Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., terima kunjungan dari DPD Distrik Berisik Kota Tanjungpinang dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun sinergi antara komunitas kepemudaan dan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Audiensi diterima di Kantor Wali Kota, Rabu (9/9).
Dalam kesempatan tersebut, Raja Nuzul Fazly menyampaikan, kedatangan untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Menurutnya, komunitas kepemudaan memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan ruang-ruang partisipasi yang positif dan konstruktif bagi generasi muda.
“Melalui audiensi ini kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Kami juga ingin mendapatkan arahan dan masukan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda di Kota Tanjungpinang. Kami berharap ke depan ada ruang kolaborasi yang lebih terbuka bagi anak muda, baik dalam bidang pendidikan, literasi, kreativitas maupun penyampaian aspirasi. Kami juga ingin dapat berkoordinasi dengan sekolah dan komunitas pemuda lainnya, sehingga gerakan yang kami bangun tidak hanya menyuarakan persoalan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi daerah,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Lis mendorong mahasiswa dan aktivis muda agar lebih kritis melihat persoalan daerah, terutama terkait ekonomi dan masa depan generasi Tanjungpinang.
“Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kehidupan masyarakat ke depan, terutama dari sisi ekonomi. Mahasiswa harus kritis melihat persoalan ekonomi dan keuangan daerah. Jangan hanya melihat apa yang terjadi hari ini, tetapi pikirkan bagaimana daerah ini bisa berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa dan komunitas kepemudaan memiliki ruang yang cukup besar untuk membahas persoalan tersebut secara akademis dan kritis, kemudian menyuarakannya kepada pemerintah maupun pemangku kepentingan di tingkat yang lebih tinggi.
“Saya melihat salah satu yang bisa kita pikirkan adalah bagaimana Bintan-Tanjungpinang menjadi FTZ secara menyeluruh untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah. Ini bukan sekadar menjadi wacana, tetapi perlu didiskusikan secara serius. Maka sebagai komunitas bisa mengkaji, membicarakan, kemudian menyuarakan gagasan itu sehingga muncul terobosan baru,” ungkapnya.
Lis juga menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara positif dan edukatif. Menurutnya, komunitas kecil sekalipun dapat memberikan kontribusi besar apabila memiliki gagasan yang inovatif dan konsisten.
“Tidak harus organisasi besar. Komunitas kecil juga bisa bergerak. Yang penting pemikirannya berkembang, inovatif, dan konsisten. Sampaikan suara secara positif, tidak untuk menyinggung siapa pun, tetapi untuk memberikan solusi,” tambahnya.
Terakhir, Lis mendorong Distrik Berisik untuk menyusun indikator keberhasilan dalam setiap program yang dirancang. Setiap kegiatan harus memiliki tujuan, sasaran, target, serta ukuran keberhasilan yang jelas agar hasilnya dapat dievaluasi dan memberikan dampak nyata.
“Setiap program harus jelas mau menghasilkan apa, siapa yang menjadi sasarannya, dan bagaimana mengukur keberhasilannya. Jangan hanya membuat kegiatan, tetapi harus ada indikatornya. Kalau programnya jelas dan indikator keberhasilannya jelas, kita bisa melihat apa yang sudah dicapai, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana program itu dikembangkan agar dampaknya semakin besar,” pungkasnya.
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdako Tanjungpinang